Selasa, 26 Mei 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 70
(Foto: Nurito)
Warga di RW 10, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur semakin aktif melakukan pilah sampah dari sumbernya sebagai bentuk dukungan terhadap program pengurangan sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang.
"Masyarakat sudah semangat"
Ketua RW 10, Kelurahan Pondok Bambu, Sutirto Yahya mengatakan, warga terus diajak agar konsisten memilah sampah organik, nonorganik, dan residu dari rumah masing-masing.
"Sampah organik setiap hari diambil petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) untuk diolah menjadi pakan maggot. Sedangkan, sampah nonorganik dikumpulkan dalam keranjang besar untuk dibawa ke bank sampah," ujarnya, Selasa (26/5).
Ia berharap, pengangkutan sampah organik oleh Sudin LH Jakarta Timur dapat dilakukan secara rutin agar tidak terjadi penumpukan yang berpotensi menimbulkan belatung dan bau tidak sedap.
"Kami berharap pengangkutan sampah organik dilakukan rutin karena masyarakat sudah semangat menjalankan program pilah sampah dari sumbernya," terangnya.
Wakil Ketua LMK Kelurahan Pondok Bambu, Heru Irianto Basuki menuturkan, program tersebut dijalankan bersama pengurus RT/RW serta kader PKK. Untuk mendukung pelaksanaan, pihaknya menyiapkan sembilan tempat sampah organik yang dibagikan ke masing-masing RT.
Selain itu, disediakan pula keranjang berukuran besar untuk menampung sampah nonorganik seperti botol dan gelas plastik bekas yang nantinya akan dikelola melalui bank sampah.
"Sudin LH Jakarta Timur juga memberikan tiga tong sampah khusus untuk menampung sampah organik," ungkapnya.
Menurutnya, dua tong sampah organik bantuan Sudin LH mampu menampung sekitar 79 kilogram sampah organik setiap harinya. Sampah tersebut kemudian diangkut petugas Sudin LH maupun petugas PPSU untuk diolah lebih lanjut menjadi pakan maggot.
"Untuk satu tong lainnya digunakan sebagai penampungan cadangan untuk pengangkutan di hari berikutnya," ucapnya.
Sementara itu, Ketua PKK RW 10, Kelurahan Pondok Bambu, Sri Roes Rejeki menambahkan, kader terus melakukan pendekatan kepada kaum ibu agar terbiasa memilah sampah rumah tangga sejak dari dapur.
Edukasi tersebut dilakukan dalam berbagai kegiatan warga seperti pengajian, arisan, pertemuan PKK, hingga kegiatan lingkungan lainnya.
"Kami melakukan pendekatan kepada kaum ibu karena lebih banyak berada di rumah dan mengurusi sampah rumah tangga agar hasil gerakan pilah sampah ini lebih efektif," tandasnya.