Kamis, 12 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 263
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung resmi meluncurkan layanan Transjabodetabek rute SH2 yang menghubungkan Terminal Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Peluncuran rute baru ini dilakukan di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).
Layanan baru Transjabodetabek ini untuk menekan angka penggunaan kendaraan pribadi menuju bandara yang saat ini mencapai 70 hingga 80 persen. Sedangkan berdasarkan data Kementerian Perhubungan, masyarakat yang memanfaatkan Bandara Soekarno-Hatta tercatat sekitar 54,9 juta tiap tahunnya.
"Hari ini kita memulai sesuatu yang baru,"
Dengan rute Transjabodetabek ini, diharapkan bisa mengurangi beban lalu lintas kendaraan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
"Hari ini kita memulai sesuatu yang baru yang ditunggu oleh masyarakat, yaitu untuk meresmikan layanan Transjabodetabek SH2 Blok M- Bandara Soekarno-Hatta," ujar Pramono.
Untuk menyambut masa mudik Idulfitri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun menetapkan tarif sebesar Rp3.500 yang akan berlaku selama tiga bulan pertama. Selanjutnya Pemprov DKI akan melakukan evaluasi tarif rute SH2, mengingat beban subsidi yang terlalu besar.
"Karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp10.000 sampai dengan Rp15.000. Kami akan putuskan setelah memberikan tiket ataupun rute dengan harga Rp3.500 selama 3 bulan," jelasnya.
Meski nantinya ada kenaikan tarif, Pramono optimistis layanan ini tetap menjadi primadona masyarakat karena harganya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lainnya.
Pramono mencontohkan tarif transportasi lain seperti shuttle Damri yang sebesar Rp80.000, taksi konvensional sekitar Rp217.000, dan transportasi daring yang sekitar Rp127.000 – Rp155.000.
Layanan rute SH2 ini mengoperasikan 14 unit bus dengan spesifikasi khusus. Berbeda dengan bus reguler, armada ini menggunakan desain low deck untuk memudahkan akses dan dilengkapi dengan area penyimpanan koper di dalam bus.
Armada ini beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan total 23 titik pemberhentian. Sedangkan waktu tunggu bus antara 10 sampai dengan 20 menit, dengan estimasi perjalanan sekitar 121 menit dan panjang lintasan 65,1 km. Gubernur menargetkan, rute ini dapat melayani penumpang sekitar 1.900-2.000 orang per hari.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengapresiasi peluncuran layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soetta. Menurutnya, layanan ini akan mempermudah warga Tangerang yang mayoritas bekerja di Jakarta serta membantu mengurangi kemacetan.
"Kami sangat mengapresiasi, terima kasih Pak Gubernur atas peluncuran Transjabodetabek yang arah rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta. Terima kasih atas kolaborasi kerja samanya untuk mengurangi kemacetan di beberapa titik," tandas Sachrudin.