Selasa, 10 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 219
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengadakan peringatan Hari Kanker Sedunia Tahun 2026 di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Kecamatan Jagakarsa.
"Pola hidup sehat"
Untuk memeriahkan acara, sejumlah kegiatan turut digelar, antara lain lomba kader peduli kanker Jagakarsa, pemeriksaan kesehatan, senam bersama, aksi makan buah bersama, talkshow kesehatan dengan narasumber dokter spesialis kandungan, lomba cerdas cermat kader dan Pasukan Putih, serta pembagian doorprize.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Hidayat, mengatakan, Hari Kanker Sedunia merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, serta komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker.
"Kanker bukan hanya persoalan kesehatan individu, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup keluarga, produktivitas masyarakat, serta pembangunan daerah secara menyeluruh," ujarnya, Selasa (10/2).
Hidayat menjelaskan, Pemkot Jakarta Selatan akan terus memberikan dukungan terhadap program promotif dan preventif melalui peningkatan edukasi kesehatan, deteksi dini kanker, penguatan layanan kesehatan primer, serta kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak.
Menurutnya, upaya tersebut dapat berjalan secara optimal dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan di wilayah, mulai dari tenaga kesehatan, kader, komunitas, dunia pendidikan, hingga masyarakat secara umum.
"Momentum ini mengingatkan kita bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan kunci utama. Pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta keberanian melakukan skrining sejak dini dapat menyelamatkan nyawa," terangnya.
Ia berharap, kegiatan peringatan Hari Kanker Sedunia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi penggerak perubahan dalam menumbuhkan kepedulian dan memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Jakarta Selatan yang sehat, tangguh, dan berdaya guna.
"Melalui momentum ini, mari kita ubah pola pikir dan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat dan peduli," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita Budi menambahkan, tema Hari Kanker Sedunia tahun ini adalah Disatukan oleh Keunikan (United by Uniqueness). Tema tersebut menekankan bahwa kanker bukan sekadar diagnosis medis.
"Dalam penanganan kanker, banyak aspek yang terlibat, mulai dari kondisi psikologis dan mental pasien, hingga pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar untuk mendorong proses kesembuhan," bebernya.
Ia memaparkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam melawan kanker, meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan gaya hidup sehat, serta memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), khususnya kepada perempuan, terkait pencegahan serta deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara.
"Kami mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengedepankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)," tandasnya.