Sabtu, 04 Januari 2014
Reporter: Rio Sandiputra
Editor: Dunih
3850
(Foto: doc)
Seringnya banjir di sejumlah daerah rawan di Jakarta Selatan, membuat warga harus bisa menolong dirinya sendiri saat musibah tersebut datang. Untuk melatih kemandirian warga, Pemkot Administrasi Jakarta Selatan saat ini telah membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di lokasi rawan banjir yaitu di Kelurahan Ulujami, Kelurahan Bukit Duri, dan Kelurahan Pondok Pinang.
"Untuk tahun lalu sudah 3 kelurahan. Di 2014 ini akan diajukan Kelurahan Bintaro, Kelurahan Bangka, dan Kelurahan Rawajati untuk bisa menjadi Kampung Siaga Bencana (KSB)," ujar Sumadi, Kepala Seksi Bantuan Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Sabtu (4/1).
Menurut Sumadi, dengan status KSB yang disandang kelurahan tersebut, warganya telah memiliki sumber daya yang kuat dalam menghadapi bencana. Selain dibekali keahlian, warga juga dilengkapi stok natura yang cukup memadai.
"Warganya akan dilatih menghadapi bencana, dan juga disediakan natura berupa beras, mie instan, kecap, saus, dan air mineral. Jadi untuk penanganan bencana awal lebih cepat, tidak menunggu kita," jelasnya.
Sumadi menambahkan, dengan status KSB juga warga akan dengan mudah dan cepat meminta tambahan natura tanpa terkena prosedur yang berbeli-belit "Kalau habis, mereka tinggal telpon langsung ke Dinas Sosial untuk minta kiriman. Jadi tidak berbelit mesti pendataan, dan melewati birokrasi yang banyak," ucapnya.
Peralatan dapur umum pun akan disiagakan di kampung-kampung siaga bencana. Seperti di Bukit Duri, Ulujami, dan Pondok Pinang juga telah memilik 5 set peralatan masak untuk dapur umum. "Mereka sudah bisa memasak maksimal dalam 1 jam untuk 1.000 jiwa. Tapi, tetap usulannya nanti diputuskan oleh dinas," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9277
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3235
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3662
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis
Rabu, 29 Juli 2026
1951
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman