Pemprov DKI Bersama Kemenkes RI Gunakan Aplikasi Permudah Pendataan Kasus Stunting

Rabu, 22 Februari 2023 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 2196

Pemprov DKI Bersama Kemenkes RI Gunakan Aplikasi Permudah Pendataan Kasus Stunting

(Foto: Istimewa)

Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mendata kasus stunting di seluruh wilayah, termasuk dengan menggunakan aplikasi untuk mempermudah petugas dalam memonitor kasus.

Ada aplikasi yang terbangun sejak lama di puskesmas

Saat mendampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengunjungi Posyandu Balita Cempaka 3, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/2), Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menjelaskan, penggunaan aplikasi juga sebagai percepatan mendapatkan data penduduk berdasarkan nama dan alamat (by name by address).

"Ada aplikasi yang terbangun sejak lama di puskesmas yang nanti dikombinasi dengan yang sekarang, yaitu Asik (Aplikasi Sehat Indonesiaku). Sehingga percepatan untuk mendapatkan data penduduk berdasarkan nama dan alamat bisa dilakukan. Walaupun sudah ada aplikasi kesehatan di sini, kita pertajam lagi untuk hal yang khusus seperti stunting," terang Pj Gubernur Heru, dalam Siaran Pers PPID Pemprov DKI Jakarta.

Pj Gubernur Heru bersama Menteri Budi turut meninjau proses pemeriksaan balita yang diikuti oleh warga sekitar. Diketahui, dari 15 anak yang dicek kesehatannya, sebanyak 3 anak terindikasi stunting.

Untuk itu, Pj Gubernur Heru mengimbau agar para orang tua disiplin mengontrol kesehatan anak ke posyandu atau puskesmas. Hal itu bertujuan agar pemerintah daerah bisa mengintervensi jika ditemukannya kasus stunting.

"Orang tua juga harus punya pengetahuan bagaimana caranya meningkatkan gizi anak. Tadi sudah diberikan informasi bahwa ada telur, daging, ikan yang harus dikonsumsi. Dukungan dari seluruh lapisan masyarakat juga sangat diperlukan, bukan hanya Pemprov DKI dan Kemenkes, tapi individu-individu yang memiliki bayi juga harus disiplin," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Heru turut menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta memiliki program yang berpihak pada tumbuh kembang anak. Salah satunya, dengan memberikan bantuan tambahan makanan, baik di sekolah maupun di posyandu/puskesmas.

Sementara itu, Menteri Budi mengapresiasi keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam menekan angka stunting. Harapannya, angka stunting dapat turun melebihi target yang diberikan Presiden RI Joko Widodo (sebesar 14%) menjadi di bawah 10%.

"Kita ingin ukur by name by address, lalu identifikasi anak-anaknya mana saja yang punya potensi terindikasi stunting. Teman-teman di DKI Jakarta ini juga dibantu dengan mitra, jadi kita turut berterima kasih kepada WhatsApp, Meta, dan UNICEF yang mendukung dan bekerja bersama supaya bisa menurunkan stunting yang ada di DKI Jakarta," ungkapnya.

Menteri Budi menjelaskan, kerja sama dengan WhatsApp ini memungkinkan kader posyandu untuk mengisi data entry setiap balita di berbagai lokasi menggunakan chatbot WhatsApp.

"Ini programnya mulia, jadi WhatsApp itu perusahaannya namanya Meta, dia kasih gratis layanan chatbot tersebut ke Pemerintah Indonesia dan bisa dipakai juga oleh DKI Jakarta untuk membantu pengentasan stunting di Indonesia," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Atasi Kemiskinan dan Stunting, Pemprov DKI Kuatkan Sinergi

Atasi Kemiskinan dan Stunting, Pemprov DKI Kuatkan Sinergi untuk Pemutakhiran Data

Rabu, 15 Februari 2023 2303

Ichwanul Muslimin: Jakarta Harus Zero Stunting

Ichwanul Muslimin: Jakarta Harus Zero Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 16 Februari 2023 2338

TP PKK Kelurahan Cipulir Bantu Tangani Stunting

TP PKK Kelurahan Cipulir Bantu Tangani Stunting

Selasa, 14 Februari 2023 2108

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3818

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1520

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1134

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks