Penghentian Siaran Televisi Analog di Jabodetabek Dimulai 5 Oktober

Sabtu, 24 September 2022 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 3087

Penghentian Siaran Televisi Analog di Jabodetabek Dimulai 5 Oktober

(Foto: Istimewa)

Penghentian siaran televisi (TV) analog terestrial atau yang dikenal dengan Analog Switch Off (ASO) secara nasional akan dilaksanakan paling lambat pada 2 November 2022.

Saat ini, 23 stasiun televisi di Jabodetabek sudah bermigrasi dari analog ke digital

Ketetapan ini sesuai dengan amanat pasal 60A Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam aturan itu, siaran TV selanjutnya beralih ke siaran TV Digital. Penghentian siaran TV Analog untuk wilayah Jabodetabek dimulai 5 Oktober 2022.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, wilayah Jabodetabek siap menerapkan kebijakan siaran TV ini karena telah memenuhi ukuran kesiapan yang terdiri dari tiga hal.

Di wilayah tersebut terdapat siaran TV analog yang akan dihentikan siarannya. Kemudian, telah beroperasi siaran TV digital pada cakupan siaran TV analog sebagai penggantinya.

“Selain itu, sudah dilakukan pembagian bantuan Set Top Box (STB) bagi rumah tangga miskin di wilayah ini,"  ujar Niken, Sabtu (24/9).

Menurut Niken, dalam hal kesiapan, infrastruktur siaran TV digital di wilayah Jabodetabek telah beroperasi melalui tujuh operator multipleksing (MUX) yang terdiri dari Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan enam Lembaga Penyiaran Swasta.

“Saat ini, 23 stasiun televisi di Jabodetabek sudah bermigrasi dari analog ke digital serta terdapat program-program siaran televisi digital baru yang menambah keragaman pilihan konten acara yang dapat disaksikan,” katanya.

Niken juga menyampaikan, saat ini pelaksanaan bantuan distribusi 479.307 unit STB untuk rumah tangga miskin telah terlaksana 63,4 persen. Capaian distribusi STB yang dilakukan para penyelenggara multipleksing dan yang dibiayai anggaran negara juga berjalan sesuai rencana.

“Kami terus dipantau secara harian untuk dituntaskan sebelum 5 Oktober 2022,” terangnya.

Kepala Bidang Jaringan dan Komunikasi Data Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma mengatakan, kuota penerima bantuan STB Kemenkominfo RI di wilayah Jakarta ditetapkan 50.059 Rumah Tangga Miskin.

Hingga per 21 September 2022, tercatat baru 21.112 rumah tangga yang telah menerima bantuan STB atau setara 42,2 persen.

“Dari Kementerian, DKI hanya diberikan kuota 50-ribuan. Itu data Carik Jakarta desil 1, belum termasuk Kepulauan Seribu. Kita juga mohon kepada LPS agar cakupan atau coverage areanya bisa menggapai masyarakat yang berada di Kepulauan Seribu,” jelasnya.

Aditia menambahkan, kriteria rumah tangga miskin penerima bantuan STB di antaranya masih menggunakan siaran TV Analog dan masuk dalam cakupan (coverage) siaran TV Digital.

“Pada prinsipnya secara tupoksi Dinas Kominfotik DKI Jakarta membantu publikasi dan kelancaran distribusi dengan koordinasi unit terkait,” tandasnya.


 

BERITA TERKAIT
Jakarta Menyosong ASO Penyiaran TV Digital Teresterial 2021

Jakarta Menyongsong ASO Penyiaran TV Digital Teresterial 2021

Kamis, 28 Januari 2021 3738

KPID DKI Gelar Literasi Media Cerdas Bagi Warga Pulau Panggang

KPID DKI Gelar Literasi Media Cerdas Bagi Warga Pulau Panggang

Kamis, 11 Agustus 2022 3528

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2493

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1200

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 958

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 507

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1101

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks