Puskesmas Duren Sawit Berinovasi Hadirkan Program GKM Mentari

Jumat, 21 Agustus 2026 Andri Widiyanto 57


Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menghadirkan inovasi Gugus Kendali Mutu Monitoring, Edukasi dan Skrining Tumbuh Kembang Anak Terintegrasi (GKM Mentari) guna menanggulangi maraknya kasus keterlambatan berbicara dan berbahasa (speech delay) pada anak usia 1 hingga 5 tahun di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (21/8). Kepala Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Endang Sri Wahyuningsih menjelaskan, langkah ini diambil menyusul peningkatan tren kasus gangguan komunikasi anak di wilayah Duren Sawit dalam tiga tahun terakhir.

Unduh Potret
1.Puskesmas Duren Sawit Hadirkan Program GKM Mentari

Program ini dirancang khusus untuk mendeteksi dini dan mengatasi keterlambatan bicara pada balita yang sering dipicu oleh paparan gawai berlebih

2.Puskesmas Duren Sawit Hadirkan Program GKM Mentari

Tercatat di Duren Sawit sebanyak 710 anak mengalami gangguan berbicara dan bahasa pada 2023 yang kemudian jumlah tersebut meningkat menjadi 855 anak pada 2024, dan kembali bertambah menjadi 956 anak pada 2025

3.Puskesmas Duren Sawit Hadirkan Program GKM Mentari

GKM Mentari mengintegrasikan enam program utama untuk menanggulangi speech delay balita, yakni Kelas Tunas, Cakap 14, Pesta Kebun, Pohon Rimbun, Teman Bicara, dan SDIDTK Terstruktur

4.Puskesmas Duren Sawit Hadirkan Program GKM Mentari

Gangguan bicara dan bahasa dianggap dapat berdampak pada kemampuan komunikasi, interaksi sosial, hingga proses perkembangan anak selanjutnya

5.Puskesmas Duren Sawit Hadirkan Program GKM Mentari

Hadirnya program ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang anak

6.Puskesmas Duren Sawit Hadirkan Program GKM Mentari

Seorang dokter sedang mendengarkan keluhan dan keresahan orang tua pasien

7.Puskesmas Duren Sawit Hadirkan Program GKM Mentari

Buku Cakap 14 ini merupakan instrumen panduan dalam program GKM Mentari milik Puskesmas Duren Sawit yang berfungsi sebagai media kontrol dan komitmen orang tua untuk membatasi serta mengawasi penggunaan gawai (screen time) pada balita