Pengolahan Sampah Organik hingga Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Kamis, 23 Juli 2026 Nugroho Sejati 55


Sejumlah petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengelola sampah organik dengan memanfaatkan lalat maggot sebagai pengurai alami di lingkungan Asrama DLH Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (23/7). Pengolahan sampah organik sekaligus pembudidayaan maggot tersebut telah menghasilkan beberapa produk yang memiliki nilai ekonomi seperti kompos, kasgot, telur bebek, hingga sayur-sayuran seperti jagung, kangkung, dan pakcoy.

Unduh Potret
Maggot Asrama LH Ciracas 1

Petugas memilah sampah organik dapur (SOD) dari sampah anorganik sebelum dijadikan pakan maggot

Maggot Asrama LH Ciracas 2

Lalat maggot dibudidayakan untuk mengurai sampah organik serta beragam manfaat lainnya

Maggot Asrama LH Ciracas 3

Maggot yang kering yang bisa dijadikan pakan ternak

Maggot Asrama LH Ciracas 4

Petugas DLH DKI Jakarta memberi makan maggot dengan sampah organik

Maggot Asrama LH Ciracas 5

Pengurus tempat pengolahan sampah organik di Asrama DLH DKI, Wira Hadi menunjukkan telur bebek yang diberi pakan sampah organik dan campuran maggot

Maggot Asrama LH Ciracas 6

Sampah organik dijemput setiap hari dari rumah-rumah warga hingga dapur SPPG

Maggot Asrama LH Ciracas 8

Kasgot yang merupakan kotoran dan residu maggot bermanfaat sebagai pupuk kompos dan media tanam

Maggot Asrama LH Ciracas 7

Petugas memanen jagung yang ditanam menggunakan kasgot

Maggot Asrama LH Ciracas 9

Asrama DLH Ciracas mengolah sekitar satu ton sampah organik untuk pakan maggot setiap harinya