Pemprov DKI Luncurkan Program Penanggulangan DBD dengan Metode Wolbachia

Jumat, 04 Oktober 2024 Mochamad Tresna Suheryanto 158


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI  meluncurkan program pelepasan nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia di Taman Agro Eduwisata GSG RW 07, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat (4/10). Kegiatan ini merupakan strategi terbaru dan ramah lingkungan sebagai pelengkap program utama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus untuk mengurangi penularan DBD dengan menggunakan bakteri alami Wolbachia.

Unduh Potret
1 Launching nymuk wolbachia 1.jpg

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto memberikan sambutan

2 Launching nyamuk Wolbachia 2.jpg

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Dr Achmad Yurianto memberikan sambutan

3 Launching nyamuk Wolbachia 3.jpg

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Dr Achmad Yurianto memberikan ember jentik nyamuk Wolbachia kepada perwakilan Jumantik RW 07 Kembangan Utara

4 Launching nyamuk Wolbachia 4.jpg

Plt Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati memberikan bibit nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia kepada perwakilan Jumantik RW 07 Kembangan Utara

5 Launching nyamuk Wolbachia 5.jpg

Foto bersama Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto bersama Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Dr Achmad Yurianto, Plt Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekda Provinsi DKi Jakarta,  Suharini Eliawari dan perwakilan kader Jumantik RW 07 Kembangan Utara

6 Launching nyamuk Wolbachia 6.jpg

Petugas Jumantik RW 07 Kembangan Utara membawa sejumlah ember berisi bibit nyamuk yang akan diberikan kepada warga

7 Launching nyamuk. Wolbachia 7.jpg

Petugas memberikan edukasi kepada warga tentang penggunaan nyamuk Wolbachia

8 Launching nyamuk botchia 8.jpg

Jentik nyamuk Wolbachia yang ada di dalam ember

9 Launching nya UK Wolbachia 9.jpg

Salah satu warga meletakan ember nyamuk Wolbachia di area rumahnya