Ulang-Alik ke Masa Lalu, Sejarah Perjalanan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin

Sabtu, 26 Agustus 2023 Mochamad Tresna Suheryanto 414


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta menyenggarakan Pameran Perjalanan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin bertajuk \"Ulang-Alik ke Masa Lalu\". Pameran berlangsung di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Perpustakaan Cikini, Kompleks Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat, mulai 26 Agustus-17 September 2023. Pameran ini digelar untuk mengenang jasa-jasa Bapak HB Jassin, sang maestro di bidang sastra, sekaligus mengingatkan kepada masyarakat luas bahwa di Perpustakaan Jakarta yang dikelola Dispusip tersebut terdapat Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin.

Unduh Potret
pameran-ulang-alik-ke-masa-lalu-01.jpg

Pembacaan puisi karya HB Jassin mengawali pembukaan Pameran Ulang-Alik ke Masa Lalu

pameran-ulang-alik-ke-masa-lalu-02.jpg

Pembukaan dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Firmansyah

pameran-ulang-alik-ke-masa-lalu-03.jpg

Menurut Firmansyah, HB Jassin merupakan sosok yang sangat teliti dan apik dalam melakukan dokumentasi terkait sastra, tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Berkat dokumentasi yang sudah dilakukan oleh HB Jassin baik dengan biaya sendiri maupun bantuan pemerintah dan lainnya, semua kalangan baik penulis, seniman, budayawan dan generasi muda bisa merasakan manfaatnya

pameran-ulang-alik-ke-masa-lalu-04.jpg

Prosesi gunting pita menandai dibukanya pameran

pameran-ulang-alik-ke-masa-lalu-05.jpg

Pameran Ulang-Alik ke Masa Lalu menampilkan 170.000 koleksi dokumen milik HB Jassin, mulai dari puisi, esai, majalah, kliping hingga surat-menyurat

pameran-ulang-alik-ke-masa-lalu-06.jpg

Bagi yang ingin mengunjungi pameran, bisa datang setiap hari Jumat sampai Minggu mulai pukul 09.00-20.00 WIB

pameran-ulang-alik-ke-masa-lalu-07.jpg

Pameran ini juga menampilkan foto perjalanan sang maestro

pameran-ulang-alik-ke-masa-lalu-08.jpg

Deretan buku karya HB Jassin

pameran-ulang-alik-ke-masa-lalu-09.jpg

Pameran ini diharapkan dapat menjadi daya tarik untuk menumbuhkan dan meningkatkan pelaku atau penggiat sastra yang semakin banyak di Jakarta, khususnya dari generasi milenial