Budi Daya Ulat Hongkong Efektif Kurangi Sampah Organik

Senin, 12 September 2022 Reza Hapiz 918


Ulat Hongkong dikenal sebagai pakan burung dan hewan peliharaan lainnya. Namun tahukah kalian, ulat Hongkong ternyata juga bermanfaat untuk mereduksi sampah organik rumah tangga seperti yang dilakukan Kahfi, warga RT 04/10, Kelurahan Pamerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. (Foto: Reza Hapiz/beritajakarta.id)

Unduh Potret
budidaya-ulat-hongkong-05.jpg

Kahfi, warga RT 04/10, Kelurahan Pamerah sudah memulai usaha budi daya ulat Hongkong sejak 2021

budidaya-ulat-hongkong-02.jpg

Ulat Hongkong biasanya digunakan sebagai pakan burung, ikan, reptil, dan juga landak mini

budidaya-ulat-hongkong-08.jpg

Ulat ini merupakan larva dari Tenebrio molitor atau yang lebih dikenal dengan sebutan kumbang hitam

budidaya-ulat-hongkong-03.jpg

Budi daya ulat hongkong tidak membutuhkan lahan yang luas serta tergolong cukup mudah dalam perawatan

budidaya-ulat-hongkong-01e.jpg

Untuk pakannya sendiri, Kahfi mencampur sampah organik berupa sisa limbah dapur dengan ampas tahu dan dedak

budidaya-ulat-hongkong-04.jpg

Ulat Hongkong bisa menghabiskan 25 kilogram sampah organik dalam waktu satu bulan

budidaya-ulat-hongkong-06.jpg

Selain itu, budi daya ulat Hongkong juga memiliki nilai ekonomis

budidaya-ulat-hongkong-07.jpg

Dalam sebulan, Kahfi bisa menghasilkan 15-20 kilogram ulat yang dihargai Rp 15 ribu per kilonya