Oleh :
Tiyo Surya Sakti
Jumat, 23 Januari 2026 | 93
Angan seakan melenggang dalam lorong pertemuan masa lalu dan masa depan yang bercumbu di masa kini saat pijak kaki melangkah menelusuri kawasan M Bloc Space.
Berlatar bangunan tua bergaya post colonial dari era 1950-an yang dipadukan dengan kreativitas kekinian anak muda Jakarta, M Bloc Space sekarang menjadi salah satu tempat nongkrong dengan ambience vintage yang asyik untuk dikunjungi.
"Saat jam istirahat kerja atau pulang kantor, saya selalu nongkrong di sini. Ngopi dan nyemil sambil ngobrol sama teman. Tempatnya asyik," ucap Adi Nugraha Pangestu, pegawai Perusahan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) yang kantornya berdekatan dengan M Bloc Space.
Pria berusia 29 tahun ini merasa sangat menikmati suasana di M Bloc Space yang menurutnya sangat artistik dan nyaman.
"Nuansanya bisa bikin rileks," katanya.
Hal sama diutarakan Adhellia, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia mengaku, hampir tiap pekan menyambangi M Blok Space untuk mencicipi kuliner sambil foto-foto di depan bangunan kafe bernuansa jaman dulu (jadul).
"M Blok Space ini jadi ruang bagi saya untuk belajar mengenal dunia luar yang sering berubah seiring perkembangan zaman," imbuh perempuan berusia 25 tahun ini.
Wajah Baru
Berada di Jalan Panglima Polim, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang posisinya dekat dengan Terminal Blok M dan Mal Blok M Square, Mal Blok M Plaza, Blok M Hub serta Taman Literasi menjadikan M Bloc Space sebagai tempat nongkrong populer baru di Jakarta.
Dahulu M Bloc Space adalah Rumah Dinas Perum Peruri. Pada 26 September 2019, PT Ruang Riang Milenial (M Bloc Group) berkolaborasi dengan Perum Pruri, menyulap komplek bangunan tua yang memiliki luas kurang lebih 6.500 meter ini menjadi ruang tempat berkarya dan berkolaborasi serta usaha pelaku UMKM.
Pascarevitalisasi pada akhir Oktober 2025 lalu, M Bloc Space tampil dengan wajah baru yang lebih hijau, modern, inklusif serta mendukung kolaborasi kreatif dengan berbagai tenant.
Revitalisasi besar-besaran tersebut mencakup perombakan lobi, fasilitas umum seperti musala, kanopi pedestrian, renovasi bangunan utama Live House dan Creative Hall serta penambahan delapan tenant baru yang menjadikannya ruang publik nyaman, teduh dan terintegrasi dengan transportasi publik untuk mendukung ekosistem kreatif Jakarta.
Hingga 2025, tercatat lebih dari 300 musisi tampil perdana di panggung M Bloc Space diikuti 200 tenant lokal berkembang di bawah naungannya dan 500 program komunitas digelar setiap tahun. Jumlah rata-rata pengunjung M Bloc Space saat weekdays bisa mencapai 2.000-3.000 orang, bahkan menembus belasan ribu orang di weekend.
Diapresiasi Gubernur
Wajah baru M Bloc Space mendapat apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Menurutnya, M Bloc adalah ruang kreativitas inklusif dan terbuka yang dapat dimanfaatkan semua masyarakat untuk berkreasi.
"Saya termasuk orang yang memberikan apresiasi yang luar biasa atas kehadiran M Bloc Space ini," tukasnya.
Ia menegaskan, revitalisasi M Bloc Space merupakan wujud keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghidupkan kembali kawasan Blok M. Hal ini salah satunya dilakukan dengan menambah fasilitas transportasi menuju Blok M. Dari enam rute Transjabodetabek yang dibuka, tiga di antaranya khusus menuju Blok M, yaitu rute Alam Sutera-Blok M, PIK 2-Blok M dan Ancol-Blok M.
"Kenapa itu kami lakukan? Memang kami berkeinginan membuat Blok M ini hidup dan semarak kembali," tandasnya.