Keroncong Betawi Hibur Pengunjung Milad ke-19 PBB Setu Babakan

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Senin, 16 September 2019 00:35 WIB | Dibaca 391 kali
Keroncong Betawi Hibur Pengunjung Milad ke-19 PBB Setu Babakan (Foto : Aldi Geri Lumban Tobing / Beritajakarta.id)

Ratusan pengunjung Milad ke-19 Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dihibur musik Keroncong Betawi oleh Orkes Keroncong Bandar Jakarta.

" Pentas untuk seniman Keroncong Betawi bisa diperbanyak"

Sebanyak enam lagu dibawakan oleh orkes yang berdiri sejak tahun 1978 ini yakni, Hilang Tak Berkesan dan Renungkanlah karya Mashabi; Keroncong Setu Babakan dan Bercinte Tempo Dulu karangan Ridwa Saidi; Minta Kawin dari Benyamin Sueb; dan Juwita Malam ciptaan Ismail Marzuki.

Pimpinan Orkes Keroncong Bandar Jakarta, Yoyo Muchtar mengatakan, Keroncong Betawi ini berbeda dengan jenis keroncong lainnya. Meski alat musik yang dimainkan mayoritas sama, tapi cara bermainnya yang beda. 

"Kalau Keroncong Soloan itu yang krung atau kencrungnya yang nomor satu, nomor dua pengiringnya. Sedangkan, di Keroncong Betawi sebaliknya," ujar Yoyo yang juga Ketua Bidang Pelestarian dan Pemberdayaan Lembaga Kebudayaan Betawi, Minggu (15/9) malam.

Yoyo menilai, Keroncong Betawi lebih dinamis dari sisi iramanya. Kemudian, lagu-lagunya yang dibawakan umumnya banyak sentuhan pantun dan berirama Melayu, kekhasan lain terdapat pada cengkoknya. 

"Ada beberapa jenis keroncong seperti Langgam Keroncong, Pop Keroncong, Stambul Keroncong, dan Keroncong asli, kalau Keroncong Betawi lagu-lagunya Betawi itu pantun kebanyakan. Perbedaan itu yang mempengaruhi pendengarnya dan cara memainkannya," terangnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar empat sanggar keroncong Betawi di Jakarta. Yoyo berharap pemberdayaan terhadap seniman Betawi, khususnya musik Betawi lebih ditingkatkan sebagai upaya pelestarian budaya Betawi. 

"Itu di luar Sanggar Keroncong Betawi Bandar Jakarta. Semoga ruang untuk tampil dan pentas untuk seniman Keroncong Betawi bisa diperbanyak," tandasnya.

TOP