Perumda Pasar Jaya Pasang Media Periklanan Digital

Reporter : Rudi Hermawan | Editor : Andry | Jumat, 18 Januari 2019 21:44 WIB | Dibaca 1086 kali
Perumda Pasar Jaya Pasang Media Periklanan Digital (Foto : Rudi Hermawan / Beritajakarta.id)

Perumda Pasar Jaya akan memasang media periklanan digital di 13 pasar tradisional di Ibukota.

" Ada 13 pasar yang akan dipasang media periklanan digital"

Dalam program ini, Perumda Pasar Jaya menggandeng MacroAd untuk merancang media periklanan digital sekaligus memasang jaringan wifi gratis.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, dengan memasang media periklanan digital ini, wajah pasar tradisional di Jakarta akan berubah lebih modern. Pihaknya juga akan menyediakan jaringan wifi gratis yang berguna bagi para pedagang.

"Ada 13 pasar yang akan dipasang media periklanan digital. Tahap awal, kita pasang di Pasar Mayestik sebagai proyek percontohan," ujarnya, Jumat (18/1).

Arief menyebutkan, 13 pasar yang akan dipasang media periklanan digital meliputi Pasar Mayestik, Pasar Jatinegara, Pasar Pramuka, Pasar Cipulir, Pasar Tebet Barat, Pasar  Kebayoran Lama, Pasar Perumnas Kelender, Pasar Senen Blok 3, Pasar Metro Atom, Pasar HWI Lindeteves, Pasar Kramat Jati, Pasar Rawa Bening dan Pasar Tomang Barat.

Menurut Arief, fasilitas periklanan digital ini akan memudahkan para konsumen mendapatkan informasi tambahan mengenai barang yang akan dibeli. Media periklanan digital juga bisa menjadi media promosi yang efektif bagi para pedagang untuk meningkatkan penjualan.

"Targetnya, di bulan Maret ini seluruhya sudah terpasang," ucapnya.

Sementara itu, Business Development dan Partnership Manager MacroAd, Kinkstie menambahkan, pihaknya berinisatif bekerja sama dengan Pasar Jaya dalam pengelolaan media periklanan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan penampilan pasar sekaligus membantu mempromosikan barang dagangan pedagang.

"Ini menjadi bagian modernisasi di pasar, juga menambah pelayanan fasilitas publik serta membantu kelancaran dalam memberikan informasi harga komoditas," tandasnya.

TOP