Pengawasan Pangan di Sentra Kuliner Binaan Ditingkatkan

Reporter : Budhi Firmansyah Surapati | Editor : Budhy Tristanto | Selasa, 06 Juni 2017 15:23 WIB | Dibaca 972 kali
(Foto : / Beritajakarta.id)

Pengawasan terhadap panganan yang diduga mengandung zat berbahaya di 285 lokasi sentra kuliner binaan, terus ditingkatkan Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta.

"Selama Ramadan kita tingkatkan kuantitas pengawasannya "

Kepala Dinas KUKMP DKI Jakarta, Irwandi mengatakan, saat ini ada sekitar 17 ribu pedagang kuliner yang membuka usaha di 285 lokasi sentra kuliner binaan.

Dia berharap, seluruh pedagang bisa menjaga panganan yang dijual agar tidak tercampur zat berbahaya seperti rhodamin, boraks, formalin dan metanil yellow. 

"Selama ini kami rutin lakukan pemeriksaan bersama Lakesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) dan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan," katanya, Selasa (6/6).

Diungkapkan Irwandi, sepekan dua kali pihaknya melakukan pengawasan secara bergilir ke seluruh lokasi sentra kuliner binaan KUKMP.

"Selama Ramadan kita tingkatkan kuantitas pengawasannya. Terutama terhadap makanan takjil," tandasnya.