Pemprov DKI Berkolaborasi dengan DRD dan UI Gelar Webinar Perempuan Bicara Tentang Perempuan

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Rio Sandiputra | Rabu, 25 November 2020 18:11 WIB | Dibaca 1154 kali
Pemprov DKI Berkolaborasi dengan DRD dan UI Gelar Webinar Perempuan Bicara Tentang Perempuan (Foto : Aldi Geri Lumban Tobing / Beritajakarta.id)

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) dan Dewan Riset Daerah DKI Jakarta menyelenggarakan webinar Perempuan Bicara Tentang Perempuan, Rabu (25/11).

"Jakpreneur atau pengembangan kewirausahaan terpadu ini merupakan kegiatan pengembangan potensi keterampilan kewirausahaan "

Webinar ini merupakan bagian serangkaian kegiatan Hari Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jakarta. Tema webinar kali ini yakni Peran Perempuan Dalam Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga di Daerah Perkotaan Selama Masa Pandemi Covid-19.

Ketua DRD DKI Jakarta, Kemas Ridwan Kurniawan mengatakan, webinar ini menjadi bagian dari komitmen DRD dan SKSG UI dalam turut menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. Naskah singkat hasil analisis suatu isu strategis dan kebijakan tersebut akan disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai masukan bagi pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi pada masyarakat  di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami melihat isu tentang kekerasan perempuan ini sangat urgent dan perlu diangkat khususnya ke arah kebijakan dalam rangka menyusun suatu kebijakan yang lebih strategis terhadap penanganan kekerasan kepada perempuan," ujarnya.

Sekretaris BP DRD DKI Jakarta, Sukma Widyanti menjelaskan, pandemi ini memberikan dampak langsung seperti terjadinya PHK dan pekerja yang dirumahkan. Menurutnya, kondisi ekonomi rumah tangga dengan demikian juga mengalami penurunan secara drastis sehingga mendorong berbagai upaya dilakukan agar dapat sekedar bertahan hidup.

Perempuan, lanjut Sukma, sebagai bagian dari angkatan kerja kemudian harus memasuki sektor informal yang rentan dan minim perlindungan, UMKM, dan mengatur pengeluaran sedemikian rupa.

 

"Pada masa pandemi Covid-19 ini, perempuan diposisikan dalam beban yang semakin berlipat ganda baik dalam mengerjakan fungsi ibu rumah tangga turut mencari uang, mendampingi anak belajar jarak jauh serta merawat mereka yang melakukan isolasi mandiri. Ini disebabkan adanya nilai-nilai peran sosial dalam masyarakat yang menekankan perempuan pada fungsi feminine-nya," urainya.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Tuty Kusumawati mengatakan, sebagai wujud kongkrit komitmen pemerintah pihaknya telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan ekononomi perempuan dalam kolaborasi sosial berskala besar (KSBB) bidang UMKM, khususnya untuk bidang kewirausahaan melalui program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT).

"Jakpreneur atau pengembangan kewirausahaan terpadu ini merupakan kegiatan pengembangan potensi keterampilan kewirausahaan. Pelaku wirausaha dampingan pada tahun 2020 69,69 persennya adalah perempuan," kata Tuty.

Untuk diketahui, para pembicara dalam webinar ini seluruhnya adalah para srikandi yang memiliki kompetensi dalam pemberdayaan perempuan yaitu, Diah Hadi Setyonaluri seorang peneliti Lembaga Demografi FEB UI yang menyampaikan 'Partisipasi Perempuan di Pasar Kerja'

Kemudian Sukma Widyanti selaku Sekretaris BP Dewan Riset Daerah Provinsi DKI Jakarta yang membahas dampak covid-19 terhadap perempuan Jakarta. Renny Nurhasana (dosen tetap Kajian Pengembangan Perkotaan SKSG UI) yang menyampaikan penelitian tentang para istri pengemudi Ojek di DKI Jakarta.

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memahami tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia, serta kecenderungan dan implikasinya terhadap kehidupan sosial ekonomi di rumah tangga dan negara pada umummnya.

Selain itu, webinar ini untuk memahami peran perempuan di wilayah perkotaan khususnya di Provinsi DKI Jakarta dalam mempertahankan ekonomi rumah tangga di masa pandemi. Dan memahami program maupun kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam pemberdayaan perempuan.

TOP