Revitalisasi Kota Tua Dimulai

Reporter : Folmer | Editor : Agustian Anas | Jumat, 14 Maret 2014 07:58 WIB | Dibaca 5437 kali
(Foto : / Beritajakarta.id)
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) meresmikan program revitalisasi kawasan Kota Tua, Kamis (13/3) malam. Acara pencanangan revitalisasi KOta Tua bertajuk Fiesta Fatahillah ini digelar bersamaan dengan pembukaan Jakarta Contemporary Art Space di halaman Museum Fatahillah.

Acara Fiesta Fatahillah ini diselenggarakan oleh PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (Jakarta Old Town Revitalization Corporation/JOTRC) dan Kelompok Pelestarian Budaya Kota Tua Jakarta (Jakarta Endowment For Art dan Heritage/JEFORAH). Kedua lembaga tersebut merupakan inisiasi dari Pemprov DKI, 2 BUMN, 9 pengusaha swasta, budayawan, aktivis, serta komunitas di ibu kota

Jokowi mengaku telah lama mengamati Kota Tua. Dia juga menceritakan awal dirinya memutuskan untuk meremajakan Kota Tua. "Delapan bulan lalu, saya bertemu dengan Pak Darmono beserta teman-teman untuk menyampaikan ide revitalisasi Kota Tua. Saya pun sudah sering berkeliling kawasan Kota Tua dan akhirnya saya putuskan tahun ini kita mulai revitalisasi," ujarnya.

Menurut Jokowi, revitalisasi kawasan Kota Tua yang memiliki luas sekitar 284 hektar akan sangat mudah terealisasi jika semua pihak bekerja sama. "Perorangan, swasta, BUMN dan Pemprov DKI yang memiliki lahan di kawasan Kota Tua bekerja sama untuk menata kembali baik rekonstruksi, restorasi, infrastruktur, dan penghijauan di kawasan Kota Tua," katanya.

Jokowi menilai kawasan Kota Tua di Jakarta memiliki potensi yang sangat besar dibandingkan kawasan serupa di negara lain. "Hari ini menjadi awal dimulainya revitalisasi Kota Tua sehingga di masa mendatang kawasan ini menjadi pusat pariwisata ternama di dunia," paparnya.

Sementara, Chairman Board of Trustee Jakarta Endowment for Art& Heritage (JEFORAH), SD Darmono mengungkapkan, sekitar 56 persen gedung di kawasan Kota Tua dimiliki oleh pihak swasta. "40 persen gedung milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sisanya 4 persen milik Pemprov DKI. Peremajaan Kota Tua tidak akan sulit bila ada kerja sama antar pemangku kepentingan," ungkapnya.
,
Sekadar diketahui, kawasan Kota Tua Jakarta merupakan tempat sejarah perjalanan bangsa dan bagian penting wilayah ibu kota.

Untuk mengembangkan perannya sebagai kawasan penting wisata sejarah ibu kota, Pemprov DKI pun melakukan revitalisasi dengan menggelar sebuah acara pencanangan melalui agenda bertajuk Fiesta Fatahillah.

Acara pencanangan revitalisasi Kota Tua  diawali dengan pembukaan Jakarta Contemporary Art Space dan juga Visitor Center sebagai pusat informasi dan interaksi antara invenstor dan para ahli.

Pada kegiatan Fiesta Fatahillah akan menampilkan pagelaran seni dan budaya dari komunitas di Jakarta dan  pertunjukan video mapping yang memproyeksikan Kota Tua masa depan.

Selain itu, digelar pula pameran seni rupa kontemporer yang diikuti 47 seniman ternama Indonesia diantaranya Agus Suwage, Arin Dwihartanto, Davy Linggar, Dolorosa Sinaga, Entang Wiharso, FX Harsono, Made Wianta, Nasirun, Nyoman Nuarta, dan Tisna Sanjaya. Pameran seni rupa ini digelar di lantai 2 Kantor Pos Fatahillah selama enam bulan hingga 13 September 2014.

""