7 RW di Jakut Terapkan Jam Wajib Belajar

Reporter : Budhi Firmansyah Surapati | Editor : Agustian Anas | Selasa, 04 Maret 2014 19:12 WIB | Dibaca 2422 kali
(Foto : / Beritajakarta.id)
Sebagai upaya mempersiapkan Jakarta sebagai Kota Layak Anak (KLA), Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara terus berusaha mendorong diterapkannya jam wajib belajar malam (JWBM) di lingkungan Rukun Warga (RW). Dari 6 Kecamatan se-Jakarta Utara, saat ini sudah 7 RW di enam kelurahan yang menerapkan jam wajib belajar.

Ketujuh RW tersebut adalah RW 05 dan RW 01 Kelurahan Koja, RW 02 Tugu Utara, RW 11 Lagoa, RW 01 Sunter Agung, RW 13 Penjaringan, serta RW 02 Cilincing.

Wakil Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, mengatakan pihaknya terus mendorong Jakarta Utara menuju Kota Layak Anak. Salah satu dari 31 indikator KLA adalah penerapan jam belajar bagi anak.

"Sebagai upaya membangun pendidikan berbasis komunitas kita terus mendorong masyarakat untuk menerapkan jam wajib belajar malam di lingkungan. Sampai saat ini, sudah 7 RW yang menerapkannya," ujar Tri, Selasa (4/3).

Selain untuk mewujudkan kota layak anak, kata Tri Kurniadi, penerapan jam wajib belajar juga merupakan amanat dari Perda No 8/2006 pasal 11 ayat 3 tentang wajib belajar bagi pelajar setiap hari di rumah dari pukul 19.00 hingga pukul 21.00.

Dengan jam wajib belajar, lanjut Tri, ada manfaat lain yang dapat dipetik. Selain dapat mengontrol waktu belajar anak, masyarakat juga mudah mengawasi lingkungan agar terbebas dari narkoba.

"Karena kegiatan mereka dikontrol oleh lingkungan, tentunya sulit lepas dari pengawasan. Jadi kalau mau coba-coba narkoba, anak-anak akan berpikir dua kali," tegasnya.

Kasi PNFI Sudin Dikmen Jakarta Utara, Solikhin, mendukung pemberlakuan jam wajib belajar dengan memberikan fasilitas. Diantaranya dengan membangun tenda berteduh dan memberikan perlengkapan belajar.

"Untuk yang di RW 05 Koja, selain perlengkapan sekolah kita juga membangunkan tenda untuk berteduh. Untuk RW 11 lagoa kita berikan alat perlengkapan sekolah, sedangkan lainnya akan menyusul," tukasnya.

Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Koja, Asep Suprihatin, menuturkan, jam wajib belajar telah diterapkan di wilayahnya sejak 2012 lalu. Setiap Rabu malam siswa wajib belajar bersama di balai warga mulai pukul 19.00- 21.00. Sedangkan hari Senin, Selasa, dan Kamis, mereka diwajibkan belajar di rumah masing-masing.

"Di lingkungan kami ada sekitar 150 anak mulai dari SD sampai SMA. Selain anak dilarang keluyuran malam, orangtua juga dilarang menyalakan TV pada saat jam wajib belajar berlangsung," tandasnya.

""