BPSDM DKI Gelar Webinar Diskusikan Pembelajaran Jarak Jauh

Reporter : Adriana Megawati | Editor : Rio Sandiputra | Rabu, 30 September 2020 12:44 WIB | Dibaca 571 kali
BPSDM DKI Gelar Webinar Diskusikan Pembelajaran Jarak Jauh (Foto : Istimewa / Beritajakarta.id)

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta mengadakan webinar dengan tema "Pembelajaran Jarak Jauh: Eksekusi dan Evaluasi", Rabu (30/9).

" Seminar virtual pagi ini untuk menyampaikan ide, mendiskusikan, serta memberikan masukkan bagi kebijakan pembelajaran jarak jauh disaat pandemi dan pasca pandemi"

Kepala BPSDM DKI Jakarta, Maria Qibtya mengatakan, webinar ini disiarkan langsung secara daring di kanal youtube BPSDM DKI Jakarta mulai pukul 09.00-12.00 WIB. Menurutnya tema ini sangatlah relevan dengan keadaan yang dialami saat ini.

"Seminar virtual pagi ini untuk menyampaikan ide, mendiskusikan, serta memberikan masukkan bagi kebijakan pembelajaran jarak jauh disaat pandemi dan pasca pandemi," ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya seminar secara online ini dapat menghasilkan ide-ide baru agar dapat mengantisipasi segala permasalahan kedepannya. Seminar online ini menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Postdoctoral Research Fellow J-Pal Sea, Executive Director Pusat Studi dan Kebijakan, serta Reseacher SMERU Reserch Institute.

"Kami berharap seminar ini menjadi wadah yang sangat efektif dalam mendapatkan masukan-masukan. Nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan, pelaksanaan jarak jauh berjalan dengan baik, dan antisipasi yang tidak diharapkan di masa depan," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, pendidikan saat ini mengalami tantangan yang besar. 

Terdapat berbagai dampak positif dan negatif di dalam pembelajaran jarak jauh ini, seperti risiko putus sekolah, perbedaan akses dan kualitas selama pembelajaran jarak jauh, hingga sosialisasi yang didapat selama belajar tatap muka akan sulit didapat ketika menjalani pembelajaran jarak jauh.

"Kondisi pendidikan saat ini mengalami kondisi yang harus mengalami perbaikan. Karena harus mengubah cara belajar mengajar, kita jadikan kondisi ini untuk lebih inovatif dan jadi akrab menggunakan teknologi digital," tandasnya.

TOP