Dinas PPAPP Terus Sosialisasikan Perlindungan Perempuan dan Anak

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Senin, 29 Juni 2020 09:09 WIB | Dibaca 1291 kali
Dinas PPAPP Terus Sosialisasikan Perlindungan Perempuan dan Anak (Foto : / Beritajakarta.id)

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta terus melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di tengah pandemi COVID-19.

" Secara daring "

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Tuty Kusumawati mengatakan, perempuan dan anak tidak hanya menjadi kelompok berisiko tinggi untuk terpapar COVID-19, melainkan juga rentan mengalami dan melihat tindak kekerasan selama masa pandemi.

Sosialisasi ini dilakukan dengan melibatkan 545 sekolah dan madrasah di DKI Jakarta untuk menyebarluaskan informasi dan materi seputar kekerasan terhadap anak yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan cara pencegahannya kepada peserta didik melalui media Whatsapp maupun surat elektronik.

"Kami juga menggunakan kanal-kanal informasi yang dikelola Dinas Pendidikan DKI Jakarta," ujarnya, Senin (29/6).

Menurutnya, sosialisasi juga melibatkan sekolah-sekolah yang berada di bawah koordinasi Kementerian Agama. Materi digital disebarkan melalui group media sosial yang dikelola sekolah-sekolah tersebut.

"Kami juga melakukan pengawasan berjenjang secara daring kepada sekolah-sekolah tersebut," terangnya.

Tuty menuturkan, selain melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di sekolah, pihaknya juga melakukan sosialisasi secara virtual kepada masyarakat umum melalui website seminar (webinar) yang ditayangkan secara langsung di kanal Youtube dan Facebook Dinas PPAPP DKI Jakarta yang sudah disaksikan oleh 1.779 peserta.

Ia menambahkan, penggunaan Internet of Things (IoT) dalam menyebarluaskan informasi menjadi sarana yang cukup efektif selama masa pandemi karena dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, tidak hanya dari Jakarta saja namun juga dari luar Jakarta.

"Melalui sosialisasi ini, diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan, namun juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut bertindak nyata dalam mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di sekitarnya," tandasnya.

TOP