300 Pejabat Pemkot Jaktim Ikuti Tes Urine

Reporter : Nurito | Editor : Agustian Anas | Senin, 19 Januari 2015 13:42 WIB | Dibaca 3018 kali
(Foto : Nurito / Beritajakarta.id)

Sebanyak 300 pejabat eselon IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur mengikuti tes urine, Senin (19/1). Tes ini untuk mewujudkan komitmen aparat pemerintah dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba.

" Secara nasional bangsa ini sudah menyatakan perang terhadap narkoba. Tentunya, kita juga dukung dengan membersihkan seluruh aparat kita dari narkoba"

Tes yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini merupakan lanjutan dari tes yang digelar saat pelantikan pejabat eselon II dan III di Silang Monas, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Pejabat yang mengikuti tes di antaranya kepala seksi (kasie) dan kasubag yang ada di suku dinas, bagian, dan kantor sekretariat kota.

Wakil Walikota Administrasi Jakarta Timur, Husein Murad, mengatakan, tes ini sebagai upaya pencegahan agar tidak ada pejabat di Pemkot Jakarta Timur yang menggunakan narkoba.

"Secara nasional bangsa ini sudah menyatakan perang terhadap narkoba. Tentunya, kita juga dukung dengan membersihkan seluruh aparat kita dari narkoba. Makanya hari ini seluruh pejabat eselon IV di lingkungan kantor walikota harus mengikuti tes urine," ujar Husein Murad.

Hasil test urine ini akan dilaporkan ke Pemprov DKI. Jika ada pejabat yang terindikasi urinenya mengandung zat psikotropika, maka akan ditindaklanjuti oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta.

Direktur Peran Serta Masyarakat BNN, Brigjen Pol Siswandi, mengapresiasi Pemkot Jakarta Timur yang telah bertekad memerangi narkoba.

"Kita berikan apresiasi yang tinggi karena pegawai Pemkot Jakarta Timur dan komponen masyarakat ikut memerangi narkoba. Tentunya kegiatan ini juga menjadi contoh dan memberi pemahaman kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba," ujar Brigjen Pol Siswandi.

Dia mengatakan, pada tahun 2015 ini ada 100 ribu penyalahguna narkoba di Jakarta Timur yang akan direhabilitasi. Hal ini sesuai dengan tema deklarasi bersama "Selamatkan Indonesia dari Darurat Narkoba melalui Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba 2015.