DKI Siapkan Rp 4,5 Miliar untuk Operasikan Bus Wisata

Reporter : Erna Martiyanti | Editor : Agustian Anas | Rabu, 19 Februari 2014 10:36 WIB | Dibaca 3763 kali
(Foto : / Beritajakarta.id)
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar untuk biaya operasional dan pemeliharaan bus tingkat wisata selama satu tahun. Sebab, penumpang tidak dipungut biaya alias gratis untuk naik lima bus tingkat keliling Ibu Kota.

"Kita siapkan Rp 4,5 miliar untuk biaya perawatan dan operasional bus, seperti gaji pramudi, solar, pemandu wisata, dan lain sebagainya," kata Arie Budhiman, Kepala Disparbud DKI Jakarta, Rabu (19/2).

Untuk pemeliharaan, kata Arie, pihaknya bekerjasama dengan beberapa operator bus yang biasa menangani bus wisata. Mengingat mereka sudah terbiasa untuk merawat bus wisata dengan baik. "Pemeliharaan kita kerjasama dengan operator bus yang sudah biasa menangani bus pariwisata," ujarnya.

Sesuai arahan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, tahun ini pembelian bus akan dilakukan dengan sistem e-catalog. Sehingga bus bisa dibeli dengan langsung menentukan merek. Karena ada kekhawatian bus dari China berkualitas kurang baik. Tetapi Arie membantah jika bus yang dibelinya tidak berkualitas baik. "Kita coba dulu, kan beroperasi saja belum. Bermasalah atau tidak kuncinya adalah pemeliharaan yang baik," tegasnya.

Seperti diketahui, sejak Selasa (18/2) kemarin dilakukan ujicoba bus tingkat wisata hingga Minggu (23/2). Kemudian pada pekan depan, atau Senin (24/2) bus baru dioperasikan untuk umum secara gratis. Rute yang ditempuh yakni mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdeka-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Nantinya bus akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Untuk tiga bulan pertama, untuk dapat naik bus ini tidak menggunakan tiket. Siapapun dipersilahkan naik bus wisata tersebut secara gratis. Selanjutnya tiket akan disebar di hotel-hotel. Meski digratiskan, Disparbud akan melakukan evaluasi secara berkala menginggat perilaku masyarakat yang belum tertib.

""