BPRD Sosialisasikan Keringanan Pajak Pada Asosiasi Mobil Mewah

Reporter : Adriana Megawati | Editor : Andry | Rabu, 18 September 2019 09:33 WIB | Dibaca 436 kali
BPRD Sosialisasikan Keringanan Pajak Pada Asosiasi Mobil Mewah (Foto : / Beritajakarta.id)

Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta mensosialisasikan kebijakan keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kepada Asosiasi Mobil Mewah di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (16/9) malam.

" Kita memberikan edukasi kepada pemilik mobil mewah untuk bisa menggunakan kesempatan keringanan pajak ini"

Sosialisasi tersebut dihadiri beberapa perwakilan Asosiasi Mobil Mewah dari Asosiasi Ferrari, Asosiasi Lamborghini, Asosiasi Porsche serta Asosiasi BMW.

Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka tertib administrasi bagi wajib pajak. Dalam acara tersebut, para pemilik mobil mewah diajak memanfaatkan layanan keringanan pajak daerah mulai dari 16 September-30 Desember 2019 mendatang.

"Kita memberikan edukasi kepada pemilik mobil mewah untuk bisa menggunakan kesempatan keringanan pajak ini sebaik mungkin," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (17/9).

Menurut Faisal, potensi pajak dari 1.461 unit mobil mewah di Jakarta mencapai Rp 50 miliar. Dalam pertemuan tersebut, para pemilik mobil mewah disosilisasikan keringanan PKB. Di mana tunggakan PKB tahun 2012 ke bawah diberikan potongan pokok pajak sebesar 50 persen dan dihapuskan dendanya.

Kemudian tunggakan PKB dari 2013-2016 diberikan diskon pokok pajak sebesar 25 persen dan denda dihapuskan. Sementara tunggakan PKB dari tahun 2017-2019 tetap harus membayar penuh pokok pajaknya namun dendanya dihapuskan.

"Kesempatan ini bisa dilaksanakan dengan baik. Jadi seluruh lapisan masyarakat yang memiliki mobil di DKI Jakarta diberikan keringanan pajak. Ini berlaku untuk semua," tegasnya.

Sementara itu, Presiden Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI), Hanan Supangkat menyambut baik adanya sosialisasi ini. Sebab dari 130 anggota Ferarri yang berada di Jakarta, 70 di antaranya tercatat masih menunggak pajak. Adapun potensi pajak yang dihasilkan satu unit Ferarri berkisar antara Rp 60 hingga Rp 70 juta.

"Ini ada kebijakan penghapusan sanksi. Kita akan ingatkan teman-teman. Dengan adanya komunikasi seperti ini luar biasa sekali," tandasnya.

TOP