TGUPP DKI Perkenalkan Balkot Farm di Forum Internasional

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Rabu, 04 September 2019 13:38 WIB | Dibaca 5292 kali
TGUPP DKI Perkenalkan Balkot Farm di Forum Internasional (Foto : / Beritajakarta.id)

Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta memperkenalkan Balkot Farm di Forum International Conference on Anti-Corruption and Integrity (ICOACI).

" Realisasi dari Instruksi Gubernur DKI Nomor 14 Tahun 2018"

Dalam paparannya melalui papers Building Integrity and Collaboration in The Balkot-Farm Pilot Project through Internet of Things (IoT), anggota TGUPP DKI Jakarta, Totok Amin Soefijanto mengatakan, pemanfaatan ruang hijau di DKI Jakarta saat ini menjadi pusat perhatian yang luas di mana kota-kota besar dunia pasti memiliki taman yang luas seperti New York dengan Central Park.

"DKI Jakarta juga memiliki taman Monumen Nasional yang cukup luas di pusat kota metropolitan ini," ujarnya, di lokasi acara, salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

Pemprov DKI Jakarta berupaya mengembangkan pertanian perkotaan (urban farming) di Ibukota. Salah satunya program Urban Farming 4.0 melalui Balkot Farm yang merupakan proyek percontohan di lingkungan Balai Kota DKI Jakarta dan sudah diresmikan pada 2 Agustus 2019 lalu.

Program ini melibatkan empat Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), masing-masing yakni Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian; Biro Umum Setda Provinsi DKI; serta Dinas Kesehatan. Balkot Farm juga didukung oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank DKI.

"Inisiatif ini dimonitor secara rutin oleh Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta," terang Totok.

Dia menjelaskan, Balkot Farm dibentuk untuk membantu program Gubernur DKI Jakarta terkait Desain Besar Pertanian Perkotaan 2018-2030, dengan mengusung konsep elaboratif urban farming dan pemanfaatan loT, artificial intelligence.

"Ini sekaligus merupakan realisasi dari Instruksi Gubernur DKI Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pertanian Perkotaan," ungkapnya.

Menurutnya, Balkot Farm berawal dari mimpi memanfaatkan lahan kosong di Balai Kota DKI Jakarta sejak tahun 2018. Mimpi ini menjadi kenyataan berawal dari disposisi Kepala Dinas Kominfotik pada 8 Januari 2019 tentang Implementasi Pertanian Perkotaan dan Website Pertanian, dan dilakukan rapat di Dinas KPKP DKI Jakarta.

Papers yang dipaparkan oleh Totok tersebut mendapat antusias dari para hadirin, salah satunya adalah AJ Brown dari Griffith University, Australia.

AJ Brown menuturkan, langkah yang dilakukan saat ini sudah tepat karena dunia saat ini butuh penghijauan serta ketahanan pangan yang didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi.

"Bagus Pemprov DKI Jakarta mendorong ketahanan pangan di perkotaan dengan integritas" ucapnya.

Sementara itu, penggiat pertanian perkotaan dari Kelurahan Malaka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Yatno Gondrong mengaku sangat mendukung program penghijauan melalui sektor pertanian.

Ia berharap, program Balkot Farm yang mengusung tagline Tani Itu Sehat dan Keren segera dterapkan hingga tingkat RT/RW dan diadakannya lomba Urban Farming 4.0 se-DKI Jakarta.

"Sebagai petani kota, khususnya buah-buahan, kami sangat mendukung kebijakan Pak Gubernur dalam program pertanian perkotaan, termasuk dengan pemanfaatan teknologi informasi," tandasnya.

Untuk diketahui, selain sayur-mayur dan tanaman obat keluarga (Toga), saat ini Balkot Farm juga sudah ditanami pohon anggur berjenis varietas scarlet royal.

TOP