Keceriaan Warga Kebon Sirih Menyantap Makanan Olahan Dapur Qurban

Reporter : Rezki Apriliya Iskandar | Editor : Andry | Senin, 12 Agustus 2019 22:40 WIB | Dibaca 792 kali
Keceriaan Warga Kebon Sirih Menyantap Makanan Olahan Dapur Qurban (Foto : Dadang Kusuma Wira Putra / Beritajakarta.id)

Suasana gembira menyelimuti halaman Kantor Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Di kantor kelurahan yang terletak di Jalan Jaksa ini, warga nampak ceria menikmati daging kurban olahan chef atau juru masak hotel bintang lima yang distribusikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

" Program ini sangat bagus. Karena kita nggak perlu repot lagi masak,"

Pantauan beritajakarta.id, warga nampak lahap menyantap makanan olahan program Dapur Qurban ini. Masing-masing dari mereka mendapatkan satu boks makanan berisi rendang, nasi putih, kentang balado, sayur buncis, wortel dan jagung.

Sakinah (32), warga RW 02, Kebon Sirih mengaku senang menerima paket makanan olahan daging kurban siap santap ini. Makanan yang dihidangkan tersebut dinilai jarang bisa dinikmati warga tidak mampu sepertinya.

"Program ini sangat bagus. Karena kita nggak perlu repot lagi masak. Apalagi ini dimasak sama chef dari Hotel Borobudur," ujarnya di lokasi, Senin (12/8).

Di tempat yang sama, Sumiyati, warga RW 02 Kebon Sirih lainnya menyampaikan hal serupa. Menurutnya, program ini sangat membantu warga kurang mampu yang kesulitan memasak daging kurban.

"Kalau udah dimasak kayak begini, kita jadi nggak repot. Kita jadi lebih enak. Tinggal makan di rumah," katanya.

Sementara itu, Lurah Kebon Sirih, Indarto menjelaskan, total daging kurban olahan yang didistribusikan hari ini berjumlah 200 boks. Daging kurban yang sudah diolah menjadi menu makanan ini bisa langsung dinikmati warga tanpa harus dimasak di rumah.

"Ini sudah dimasak dan sangat rapi kemasannya. Selain itu sudah diuji. Jadi layak diberikan ke warga yang berhak mendapatkannya," tuturnya.

Indarto berharap, program Dapur Qurban ini bisa kembali dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya. Jumlah makanan siap santap yang dihidangkan pun diharapkan lebih banyak agar semakin banyak juga penerima manfaatnya.

"Kalau dulu diberikan berupa daging mentah, tapi sekarang sudah dimasak. Jadi lebih efisien. Harapannya tahun depan kalau bisa seperti ini lagi," tandasnya.

TOP