Ini Menu Olahan Dapur Qurban untuk Wilayah Kebayoran Baru

Reporter : Maulana Khamal Macharani | Editor : Toni Riyanto | Senin, 12 Agustus 2019 15:38 WIB | Dibaca 573 kali
Ini Menu Olahan Dapur Qurban untuk Wilayah Kebayoran Baru (Foto : Maulana Khamal Macharani / Beritajakarta.id)

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel bintang lima dan empat melalui program Dapur Qurban untuk memberikan hidangan siap santap bagi para mustahik.

" Kita kemas makanan siap saji dalam 150 boksih dari 4 jam"

Untuk distribusi di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, Pemprov DKI Jakarta melibatkan, chef atau juru masak dari Hotel The Dharmawangsa Jakarta.

Director of Communications The Dharmawangsa Jakarta, Lira Dachlan mengatakan, daging kurban yang dipercayakan para muzaki diolah menjadi sajian khusus bernuansa nusantara, beef rendang dilengkapi tumis sayuran mekarsari, nasi putih, emping, dan sambal hijau.

"Kita kemas makanan siap saji dalam 150 boks untuk didistribusikan di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru. Kami sangat bangga bisa turut serta dalam program  ini," ujarnya, Senin (12/8).

Menurutnya, untuk packaging makanan siap santap, pihaknya memilih bahan yang ramah lingkungan atau bio bagasse box berbahan dasar serbuk pohon tebu yang aman bagi lingkungan dan kesehatan.

"Kami juga memberikan stiker batas waktu makanan aman untuk dikonsumsi," terangnya.

Kepala Pengelola Kesehatan Lingkungan Sudinkes Jaksel, Siti Suwanti menuturkan, secara keseluruhan daging kurban olahan di Hotel The Dharmawangsa Jakarta siap didistribusikan karena sangat higienis mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga pengemasannya.

"Kami bersama Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia sudah melakukan pengecekan, hasilnya sangat memuaskan," ungkapnya.

Sementara, Camat Kebayoran Baru, Tommy Fudihartono menambahkan, sebanyak 150 boks makanan olahan daging kurban siap santap sudah diterima tepat pukul 14.00 WIB dari pihak Hotel The Dharmawangsa Jakarta.

"Kami segera distribusikan agar bisa cepat dinikmati mustahik yang berhak menerima," tandasnya.

TOP