Mewujudkan Jakarta Semakin Hijau dan Menjaga Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming

Reporter : Maulana Khamal Macharani | Editor : Toni Riyanto | Senin, 08 Juli 2019 08:10 WIB | Dibaca 1339 kali
Mewujudkan Jakarta Semakin Hijau dan Menjaga Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming (Foto : / Beritajakarta.id)

Pesatnya pembangunan membuat lahan-lahan pertanian maupun perkebunan semakin berkurang menjadi sebuah keniscayaan. Langkah sigap dan cepat dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) dengan menggencarkan program urban farming atau pertanian perkotaan.

" "

Penelitian yang dilangsungkan oleh profesor dari Arizona State University, Matei Georgescu mengungkap bahwa jika implementasi urban farming dilakukan secara penuh di setiap kota besar dunia, produksi urban farming dapat menghasilkan 180 juta ton bahan makanan selama setahun. Angka tersebut merupakan 10 persen dari total hasil produksi makanan secara global.

Tidak hanya itu, urban farming juga berpotensi menghemat 15 miliar kilowatt per jam untuk pemakaian energi dunia selama setahun dan menghasilkan 170.000 ton nitrogen ke udara, sama artinya dengan mencegah turunnya 57 juta meter kubik limpasan badai yang kerap mencemari sungai dan saluran air bersih.

Mewujudkan Jakarta Semakin Hijau

Berkat kerja keras yang terus dilakukan Dinas KPKP DKI Jakarta dalam melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat, saat ini telah ada ratusan titik urban farming, baik yang dikelola secara pribadi maupun berkelompok.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, pelaksanaan urban farming di Jakarta memiliki payung hukum berupa Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pertanian Perkotaan.

"Kami bisa bergerak secara masif untuk mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder di Jakarta untuk mewujudkan lingkungan yang hijau dan asri," ujarnya kepada beritajakarta.id, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keberadaan tanaman atau pepohonan di Jakarta sangat berkorelasi dengan upaya meningkatkan kualitas hidup warga di Ibukota. Pertanian perkotaan memenuhi aspek kesehatan lingkungan, remediasi, dan rekreasi.

"Kita tentu tahu, tanaman-tanaman itu juga menjadi bagian penting untuk bisa meningkatkan udara bersih di Jakarta," terangnya.

Dijelaskannya, Dinas KPKP bersama Suku Dinas KPKP di masing-masing wilayah terus mengajak dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian perkotaan. Termasuk, dengan mengerahkan para penyuluh pertanian.

"Kami bertidak sebagai fasilitator, sejak tahun 2018 kami mengintensifkan pemberian bantuan perlengkapan dan bibit untuk pengembangan pertanian perkotaan berbasis hidroponik. Sementara, masyarakat yang bercocok-tanam, merawat, hingga memanen hasilnya," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini sudah banyak masyarakat yang menerapkan pertanian perkotaan berbasis hidroponik karena tidak memerlukan biaya mahal. Bahkan, sejumlah perlengkapan bisa menggunakan barang bekas seperti, paralon hingga ember.

"Kami sangat senang, sudah banyak warga maupun kelompok tani atau poktan yang bergerak secara mandiri tanpa menunggu adanya bantuan dari pemerintah," tuturnya.

Menjaga Ketahan Pangan

Pangan menjadi salah satu kebutuhan dasar atau primer manusia. Pertanian perkotaan menjadi salah satu solusi untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan itu.

Menggunakan konsep hidroponik, vertiminaponik, maupun aquaponik, masyarakat bisa ikut berkontribusi untuk menjaga stabilitas harga pangan itu sendiri. Pasalnya, stok kebutuhan pangan akan bisa lebih terjaga.

Tidak heran, pakar kebijakan publik dari Australian National University, Robert Costanza mengungkapkan pemerintah kota perlu menjadikan urban farming sebagai bagian dari urban planning atau perencanaan tata kota di masa depan.

Darjamuni menuturkan, pertanian perkotaan bisa memberikan kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan sayur-mayur dan buah-buahan.

"Ini tentu juga berkorelasi dengan pemenuhan gizi masyarakat. Mereka bisa mengonsumsi sayur-mayur dengan kualitas bagus," bebernya.

Tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan sendiri, sambungnya, hasil panen pertanian perkotaan dalam jumlah yang banyak tentu bisa dijual dan menjadi sumber pemasukan. Sehingga, saat ini sudah mulai banyak mereka yang menjadikan pertanian perkotaan ini sebagai mata pencarian utama.

"Sangat potensial, sayuran-sayuran organik saat ini banyak diminati, sudah menjadi tren gaya hidup sehat, dan harga jual sayuran organik ini sangat menjanjikan," jelasnya.

Secara khusus, Dinas KPKP juga siap membantu pemasaran hasil panen pertanian perkotaan. Bahkan, dalam waktu dekat Dinas KPKP akan memfasilitasi pemasaran secara daring.

"Kami juga melakukan pembinaan melalui program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu. Hasil pertanian perkotaan ini bisa dipasarkan juga dalam berbagai produk olahan," imbuhnya.

Pertanian Perkotaan di DKI Dapat Perhatian Internasional

Pengembangan pertanian perkotaan di Jakarta secara masif membuat Jakarta dijadikan barometer dan rujukan oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Sebab, tantangan keterbatasan lahan dan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga dialami daerah-daerah lain seiring dengan pesatnya pembangunan dan bertambahnya jumlah penduduk.

Banyak dari perwakilan pemerintah daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari provinsi, kota, hingga kabupaten yang melakukan studi banding ke Dinas KPKP  DKI Jakarta.

Tidak hanya di skala nasional, pertanian perkotaan atau urban farming di DKI Jakarta mampu menyedot perhatian dunia internasional karena dinilai telah berhasil, terutama melalui penerapan konsep hidroponik.

Atas keberhasilan dan pengalaman dalam menerapkan pertanian perkotaan, Dinas KPKP DKI Jakarta mendapat undangan untuk menghadiri Urban Agriculture World Summit (UAWS) di Tokyo, Jepang pada 28 November-3 Desember 2019.

Bergabung dengan Jakarta sebagai kota besar yang sudah berpengalaman dalam mengimplementasikan pertanian perkotaan dalam UAWS yakni, New York, London, Toronto, Seoul, serta tuan rumah Tokyo.

Darjamuni merasa bersyukur, Jakarta bisa bergabung dengan kota-kota besar lain di dunia untuk saling bertukar pengalaman. Untuk kegiatan tersebut, secara khusus Dinas KPKP telah melakukan seleksi penggiat pertanian perkotaan di Jakarta, hingga terpilihlah Latifah dari Poktan Petukangan Selatan.

"Kami sangat berterimakasih kepada beritajakarta.id, karena berkat pemberitaan atau publikasi yang selama ini dilakukan pertanian perkotaan di Ibukota bisa diketahui secara luas. Pihak penyelenggara dari Nerima City, Tokyo sampai datang langsung ke Dinas KPKP dan menyampaikan undangannya agar kami ikut dalam kegiatan berskala internasional itu," tandasnya.

TOP