Forkopimda DKI Bersinergi Antisipasi Banjir

Reporter : Mustaqim Amna | Editor : Toni Riyanto | Jumat, 16 November 2018 10:46 WIB | Dibaca 1287 kali
(Foto : Mustaqim Amna / Beritajakarta.id)

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi DKI Jakarta terus melakukan sinergi dan kolaborasi untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir di Ibukota.

" Harus ada langkah antisipatif secara rinci dan detail"

"Terdapat 13 aliran sungai yang melintas di Jakarta. Harus ada langkah antisipatif secara rinci dan detail," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menjadi Inspektur Apel Tanggap Musim Penghujan Tahun 2018/2019, di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jumat (16/11). 

Anies menjelaskan, pelaksanaan apel pada hari ini merupakan langkah awal dari jajaran Forkopimda Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan antisipasi banjir.

"Seluruh elemen harus berkontribusi dalam mengantisipasi ancaman banjir. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran terkait," ungkapnya.

Anies menambahkan, terdapat tiga pedoman yang harus dilakukan dalam menghadapi potensi bencana di DKI Jakarta yakni, Siaga, Tanggap, dan Galang.

"Siaga artinya kita waspada terhadap kemungkinan terburuk, Tanggap bermakna ada respons cepat dalam penanganan, serta Galang adalah seluruh elemen bersatu padu membantu mereka yang tertimpa bencana," terangnya.

Sementara, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Aziz menambahkan, sebagai bentuk kesiagaan telah disiapkan sebanyak 7.000 personel, baik dari Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan Kodam Jaya.

"Selain Satgas, juga dibentuk 13 Sub Satgas di tingkat Polres bersama Kodim dan Pemkot maupun Pemkab," tandasnya.

Untuk diketahui, apel juga diikuti oleh Pangdam Jaya, Mayjen (TNI) Joni Supriyanto; Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah; Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta, Jupan Royter Tampubolon; Kepala Dinas Pemadam Kebakan dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subejo; serta ratusan personel gabungan.

Pada kesempatan itu, Anies juga mengecek langsung kesiapan peralatan maupun sarana dan prasarana pendukung untuk mendukung mobilitas penanganan bencana banjir.