Pemprov DKI Sambut Peserta Adventure Documentary Festival 2018

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Kamis, 01 November 2018 22:13 WIB | Dibaca 498 kali
(Foto : Punto Likmiardi / Beritajakarta.id)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyambut peserta Adventure Documentary Festival 2018 "Secret File History of Jakarta" dengan menggelar jamuan makan malam di Balai Kota DKI Jakarta.

" Perlu ada pendekatan kekinian"

Acara jamuan makan malam tersebut turut dihadiri, Pembina Adventure Documentary Festival Academy (ADFA), Nicolaus Lumanauw, pemerhati sejarah, dan sejumlah akademisi.

Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan Disparbud DKI Jakarta, Alberto Ali berharap, acara jamuan makan malam tersebut dapat menjadi momentum strategis antara Pemprov DKI dengan  peserta festival dalam melakukan sinergi dan kemitraan terhadap informasi sejarah masa lalu Jakarta.

"Kami menyambut baik penyelenggaraan festival itu. Kita bisa membuat ini menjadi suatu pekerjaan yang kontinyu," ujarnya, Kamis (1/11) malam.

Menurutnya, melalui keterlibatan pelajar hingga para akademisi akan membuat pelaksanaan Adventure Documentary Festival 2018 menjadi berharga sekali.

"Sejarah tidak akan berhenti sebelum dunia ini punah. Ini menjadi harta karun yang tak ternilai," terangnya.

Alberto menjelaskan, salah satu kelemahan anak-anak atau peserta didik adalah kurangnya minat terhadap perjalanan sejarah. Untuk itu, diperlukan langkah inovatif dan kreatif agar generasi muda lebih tertarik dengan sejarah.

"Perlu ada pendekatan kekinian. Kami punya kepentingan yang jauh lebih luas untuk memperkenalkan sejarah Jakarta dengan menggunakan teknologi digital," ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila sejarah Jakarta dikupas dan diolah dengan bahasa yang komunikatif, diberi visualisasi yang kekinian, dan atraktif, juga sangat berpotensi mendatangkan wisatawan.

"Kami ingin panitia pelaksana dapat lebih mengembangkan lagi festival atau kompetisi serupa, terutama dengan melibatkan pelajar," paparnya.

Dikatakan Alberto, mengupas sejarah Jakarta yang belum terungkap bisa dikemas secara menarik. Contohnya, dalam bentuk film pendek berdurasi singkat secara berseri, kemudian diunggah melalui media sosial seperti, Youtube, Instagram, maupun Facebook.

"Dampak dari banyaknya dokumentasi itu akan membuat masyarakat, khususnya generasi muda semakin tertarik mempelajari sejarah Jakarta," tandasnya.

Untuk diketahui, Adventure Documentary Festival 2018 "Secret File History of Jakarta" akan berlangsung mulai 1-8 November mendatang.

Rangkaian kegiatan meliputi lokakarya, petualangan dokumenter ke Pulau Onrust, Taman Prasasti, dan Kota Tua. Kemudian, roadshow ke kampus-kampus, dan pameran Secret File History of Jakarta di Perpustakaan Nasional RI.