Dinas PE Gencarkan Sosialisasi Mekanisme Pengaduan Subsidi Listrik Tepat Sasaran

Reporter : Mustaqim Amna | Editor : Toni Riyanto | Kamis, 20 September 2018 14:23 WIB | Dibaca 1743 kali
(Foto : Mustaqim Amna / Beritajakarta.id)

Dinas Perindustrian dan Energi (PE) DKI Jakarta menggencarkan sosialisasi tentang mekanisme pengaduan subsidi listrik tepat sasaran untuk golongan 900 VA.

"Hingga September 2018, ada 843 permohonan memperoleh subsidi listrik "

Sosialisasi ini bertujuan agar aparatur terkait di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu bisa merespons dengan cepat warga tidak mampu yang memerlukan subsidi tarif listrik. Pasalnya, kebijakan subsidi listrik tepat sasaran ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, subsidi diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tidak mampu. Untuk itu, pemerintah membangun mekanisme pengaduan bagi rumah tangga atau masyarakat yang merasa berhak mendapatkan subsidi sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 29 Tahun 2016.

Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas PE DKI Jakarta, Edward Napitupulu‎ mengatakan, pihaknya perlu menyosialisasikan kebijakan pemerintah pusat tersebut agar aparatur terkait bisa menindaklanjuti pengaduan dari warga tidak mampu yang belum mendapatkan subsidi listrik.

"Warga tidak mampu yang di golongan 900 VA berhak mendapatkan subsidi sebesar 40 persen dari tarif listrik normal," ujarnya, Kamis (20/9).

Edward menjelaskan, permohonan untuk mendapatkan subsidi listrik dapat diajukan pelanggan listrik 900 VA dengan mengambil formulir di kantor-kantor kelurahan. Selanjutnya, pihak kelurahan akan menyerahkan formulir subsidi listrik tersebut ke tingkat kecamatan.

‎"Pengaduan akan ditindak lanjuti pihak kecamatan dengan melakukan proses input data secara online untuk mendapatkan persetujuan atau verifikasi dari posko penanganan pengaduan di tingkat pusat," terangnya.

‎Edward menambahkan, sebanyak 39 dari 44 kecamatan di DKI Jakarta sudah melakukan aktivasi proses pengaduan atau permohonan ini. Sehingga, melalui sosialisasi yang dilakukan seluruh kecamatan di Ibukota ditargetkan bisa segera melakukan aktivasi.

"Hingga September 2018, ada 843 permohonan memperoleh subsidi listrik. Rinciannya, sebanyak 578 pengaduan sudah ditindak lanjuti, dan 265 lainnya dalam tahap verifikasi," tandasnya.