Anies Nobar Film Wiro Sableng dengan Atlet DKI Peraih Medali Asian Games

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Erikyanri Maulana | Rabu, 05 September 2018 23:12 WIB | Dibaca 1028 kali
(Foto : Reza Hapiz / Beritajakarta.id)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menggelar nonton bareng (nobar) film Wiro Sableng bersama atlet-atlet DKI yang meraih medali Asian Games 2018, di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (5/8) malam.

"Saya ingin sampaikan bahwa malam hari ini kita merasa bersyukur bisa sama-sama nonton dengan teman-teman atlet DKI Jakarta "

Tiba sekitar pukul 18.30, Anies yang mengenakan jaket Asian Games langsung menghampiri dan bersalaman dengan para atlet.

Anies sempat berbincang dengan para atlet sebelum masuk ke studio. Dalam nobar itu hadir sekitar 30 atlet beserta pelatih di antaranya atlet pencak silat, wushu, senam, dayung, jetski, dan lari gawang. Tampak atlet wushu peraih emas Asian Games Lindswell Kwok, peraih medali perak Edgar Xavier Marvelo, dan medali perunggu Achmad Hulaefi dan Rifda Irfanalutfi peraih medali perak cabor senam artistik.

"Saya ingin sampaikan bahwa malam hari ini kita merasa bersyukur bisa sama-sama nonton dengan teman-teman atlet DKI Jakarta yang telah berhasil mendapatkan medali di Asian Games kemarin. Ini masa break bagi mereka sebelum aktif lagi berlatih untuk kompetisi berikutnya," ujar Anies.

Anies mengungkapkan rasa bangga terhadap atlet-atlet, khususnya yang berasal dari DKI karena telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

"Kita berharap kita semua di Jakarta memberikan apresiasi kepada atlet dan keluarganya yang sudah berhasil membawa nama indonesia di kancah internasional," kata Anies.

Sementara itu, dipilihnya Film Wiro Sableng, karena film ini pernah populer di era 90-an, dan diangkat dari cerita tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Maka itu, Wiro Sableng sengaja ditunjuk untuk memperkenalkan film ini kepada generasi muda.

"Cerita Wiro Sableng sangat populer di zamannya, minimal jaman saya agak muda dulu," ucap Anies.

Ditambahkan Anies, Bastian Tito punya kemampuan untuk menggambarkan jurus-jurus dan gerakan silat yang luar biasa.

"Hari ini cerita Wiro Sableng itu dibuat dalam bentuk layar lebar menterjemahkan imajinasi dari kata-kata menjadi action film bukan persoalan yang simple," ucap Anies.

Menurut Anies, sang sutradara, Angga sudah berhasil melakukan itu dengan sangat luar biasa. Anies berharap film ini menjadi terobosan baru.

"Film Wiro Sableng ini beberapa hari saja sudah menunjukkan keberhasilan memberikan daya tarik tersendiri," tandas Anies.