Retribusi Pedagang Binaan di Jakbar Capai Rp 1,87 Miliar

Reporter : Folmer | Editor : Andry | Rabu, 05 September 2018 17:15 WIB | Dibaca 674 kali
(Foto : / Beritajakarta.id)

Selama periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2018, penerimaan retribusi dari pedagang di lokasi sementara (loksem) dan lokasi binaan (lokbin) se-Jakarta Barat terhitung mencapai Rp 1,87 miliar.

" Penerimaan retribusi berasal dari 1.796 pedagang binaan di 40 loksem dan lima lokbin"

"Penerimaan retribusi berasal dari 1.796 pedagang binaan di 40 loksem dan lima lokbin," ujar Nuraeni Silviana, Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP) Jakarta Barat, Rabu (5/9). 

Ia menyebutkan, 40 titik loksem dan lima lokbin di Jakarta Barat tersebut tersebar di 29 dari 56 kelurahan dengan jumlah 1.805 lapak atau kios. 

"Seluruh lokbin dan loksem berdiri di lahan fasilitas umum dan sosial," katanya.

Menurutnya, pedagang binaan yang membuka usaha di loksem dikenakan retribusi sebesar Rp 3.000 per hari. Sementara bagi pedagang di lokbin dikenakan retribusi Rp 4.000 per hari. 

"Penarikan retribusi melalui sistem autodebet rekening Bank DKI," jelasnya. 

Ia menambahkan, hingga kini, pihaknya masih terus berupaya melakukan penagihan piutang retribusi pedagang binaan yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 1,13 miliar. 

"Kami telah melayangkan surat teguran. Sanksi jika tidak bayar dikeluarkan dari loksem maupun lokbin," tandasnya.