Festival Hajat Bumi Kramat Ganceng Kembali Digelar

Reporter : Nurito | Editor : Rio Sandiputra | Jumat, 31 Agustus 2018 12:53 WIB | Dibaca 896 kali
(Foto : Nurito / Beritajakarta.id)

Festival Hajat Bumi Kramat Ganceng di RW 01, Kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, kembali digelar. Festival ini menampilkan perpaduan tradisi budaya Betawi dan Sunda dengan nuansa religi.

" Festival ini harus terus dilestarikan dan gali terus potensi yang ada dan kearifan lokalnya. Sehingga ini menjadi wisata budaya tahunan yang menarik"

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengapresiasi festival yang sudah turun temurun dilakukan warga Pondok Ranggon ini. Sehingga warisan budaya nenek moyang tak pernah pudar di tengah derasnya budaya asing yang masuk ke Indonesia.

"Apresiasi diberikan karena masyarakat Pondok Ranggon masih memiliki tradisi kuat dalam menjaga dan melestarikan budaya klasik. Ini satu satunya tradisi yang masih tersisa di Jakarta dan terus dipertahankan," kata Anwar, Jumat (31/8).

Menurutnya, festival ini juga banyak membawa berkah bagi masyarakat sekitar karena roda perekonomian berjalan. Di dalam festival banyak dipasarkan aneka kerajinan tangan, kuliner dan sebagainya.

"Festival ini harus terus dilestarikan dan gali terus potensi yang ada dan kearifan lokalnya. Sehingga ini menjadi wisata budaya tahunan yang menarik," lanjut Anwar.

Sementara, Lurah Pondok Ranggon, Mahpuz Muhammad Zein menambahkan, festival berlangsung dua hari. Yakni mulai Kamis (30/8) sore hingga Jumat (31/8) malam. Festival ini sudah digelar ratusan kali oleh warganya.

Kegiatan diawali dengan tahlil, doa bersama dan dzikir tadi malam. Kemudian hari ini dilanjutkan dengan ritual penanaman dua kepala kambing, di kawasan  Harjamukti, daerah perbatasan Jakarta Timur, Depok, Bekasi dan Bogor.

"Kegiatan juga diwarnai dengan pentas seni budaya. Ada gambang kromong, tarian ondel-ondel, lomba panjat pinang dan sebagainya," tandasnya.

Menurutnya, Festival Hajat Bumi Kramat Ganceng ini murni dilaksanakan oleh warga sekitar dengan cara swadaya. Terkumpul dana sebesar Rp 180 juta dari warga untuk kegiatan tersebut.