Dinkes DKI Terus Gencarkan Penanggulangan HIV/AIDS

Reporter : Rezki Apriliya Iskandar | Editor : F. Ekodhanto Purba | Selasa, 28 Agustus 2018 21:05 WIB | Dibaca 348 kali
(Foto : / Beritajakarta.id)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus menggencarkan penanggulangan penyakit menular HIV/AIDS. Hal tersebut dilakukan karena HIV/AIDS merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa dicegah dan masih bisa diatasi dengan partisipasi dari semua pihak terkait dan masyarakat.

" Salah satunya dengan melakukan sosialisasi secara langsung ke masyarakat maupun melalui media massa mengenai bahaya penyakit ini hingga upaya preventifnya"

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi penyakit tersebut, mulai dari tahap pencegahan atau preventif hingga penanggulangan.

"Salah satunya dengan melakukan sosialisasi secara langsung ke masyarakat maupun melalui media massa mengenai bahaya penyakit ini hingga upaya preventifnya," ujarnya, Selasa (28/8).  

Dijelaskan Widyastuti, salah satu langka preventif yang dilakukan oleh pihaknya meliputi, screening kepada kelompok populasi berisiko seperti para pekerja seks komersial dan pemakai jarum suntik yang tidak steril. Langkah-preventif itu dilakukan bekerja sama dengan KPA Provinsi, para NGO, dan komunitas.

"Semua lembaga terkait ini kami rangkul agar bisa menjangkau ke populasi kunci atau populasi berisiko tinggi untuk selanjutnya diberikan obat gratis atau tindakan-tindakan preventif lainnya," jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan KUA, kanwil agama di provinsi, tingkat kota dan tingkat kecamatan memberikan edukasi dan penyuluhan kepada calon pengantin. Kemudian melakukan screening apakah calon pengantin itu positif ataupun tidak positif terjangkit HIV/AIDS. Jika positif diberikan akses antiretroviral therapy (ART).

"Selain itu, pihaknya juga melakukan tes HIV gratis kepada semua ibu hamil yang datang ke Puskesmas. Jika statusnya positif, maka pihaknya memberikan obat sehingga anak yang dikandung minimal tidak tertular," tandasnya.