Opening Ceremony Asian Games XVIII di Jakarta Berlangsung Spektakuler

Reporter : Mustaqim Amna | Editor : Toni Riyanto | Minggu, 19 Agustus 2018 07:06 WIB | Dibaca 1870 kali
(Foto : / Beritajakarta.id)

Secara resmi, Asian Games XVIII dibuka oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo. Pelaksanaan Opening Ceremony Asian Games XVIII di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, berlangsung spektakuler.

"Saya menyatakan bahwa Asian Games ke-18 resmi dibuka "

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang datang ke lokasi acara turut menjadi saksi peristiwa bersejarah tersebut.

Berlatar panggung megah dengan menampilkan eksplorasi geografis Indonesia, ribuan penari hingga jajaran artis kenamaan tampil memukau. Tidak ketinggalan, pesta kembang api di atas SUGBK semakin menambah semarak upacara pembukaan.

Presiden RI, Joko Widodo mengatakan, bangsa Indonesia merasa bangga dan terhormat dapat menyambut tamu-tamu istimewa peserta Asian Games.

"Saya menyatakan bahwa Asian Games ke-18 resmi dibuka," ujarnya, Sabtu (18/8) malam.

Pertunjukan yang begitu megah terus berlanjut di panggung spektakuler dengan ukuran panjang 120 meter, lebar 30 meter, serta tinggi 26 meter yang disebut-sebut mengalahkan panggung di ajang sekelas Olimpiade.

Tidak hanya menonjolkan kekayaan budaya dan kesenian, tetapi Wishnutama yang didaulat sebagai direktur kreatif pesta pembukaan Asian Games XVIII juga mengeksplorasi alam Indonesia.

Setidaknya, ada sekitar 4.000 penari dari semua lapisan usia termasuk penari termuda berusia delapan tahun dan yang paling tua berusia 80 tahun.

Lewat arahan Eko Supriyanto dan Denny Malik sebagai koreografer, keindahan Indonesia disajikan lewat aksi ribuan penari tersebut dalam balutan busana bermotif khas Indonesia.

Penampilan mereka semakin spektakuler dengan iringan ratusan pemusik di bawah arahan Addie MS dan Ronald Steven, komposer musik yang sudah tak asing lagi di Tanah Air.

Indonesia sebagai negara tropis ditampilkan lewat menjulangnya gunung buatan yang kokoh sebagai latar panggung dan dilengkapi dengan berbagai tumbuhan ciri khas Indonesia.

Kemudian Raisa tampil menyenandungkan lagu "Zamrud Khatulistiwa" dengan latar air terjun bersama para penari yang menggambarkan kekayaan laut Indonesia. Warna biru yang mendominasi panggung kemudian berganti menjadi hijau sebagai tema bumi.

Diiringi lagu "Sijali-jali" yang dibawakan Rossa, segmen ini juga menampilkan cinta dan dedikasi anak Indonesia kepada bumi. Representasi tradisi dalam segmen ini bertujuan mengemas ragam budaya dalam tarian ritual dan tarian perang.

"Lagu Garuda di Dadaku" kemudian menghentak panggung yang semakin cantik dengan kemunculan bulan purnama dari balik latar gunung, yang dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi antara lain Rossa, Wizzy, Fatin, GAC, Kamasean, Rinni Wulandari, dan Edo Kondologit.

 

Panggung tiba-tiba menjadi gelap, hanya bermandikan cahaya rembulan buatan. Puluhan ribu penonton serentak menyalakan ponsel mereka.

Suasana semakin syahdu dengan alunan piano dari Joey Alexander, pianis kebanggaan Indonesia yang sudah mendunia. Joey memainkan senandung "Gending Sriwijayaā€¯.

Energi panggung kembali menyala dengan nuansa merah yang melambangkan api sebagai simbol keberanian dan semangat berkompetisi bangsa Indonesia. Dalam segmen ini, api dan lava menghidupkan jiwa dan raga bangsa yang berakar pada bumi. Api akan menjadi semangat dan inspirasi para pejuang olahraga, menyorakkan mereka menuju kemenangan di 18th Asian Games 2018.

Di sinilah prosesi penyulutan obor kualdron yang berlangsung cukup unik karena para pembawa obor harus mendaki gundukan gunung buatan yang dibangun di tengah lapangan di stadion utama yang berkapasitas sekitar 80.000 penonton itu.

Obor dibawa secara estafet oleh para mantan atlet berprestasi lainnya, diawali dari Lanny Gumulya (loncat indah), Arief Taufan (karate), Yustejo Tarik (tenis), Supriati Sutono (atletik) dan I Gusti Oka Sulaksana (layar). Susy Susanti, legenda hidup bulu tangkis Indonesia menjadi pembawa obor terakhir yang kemudian menyalakan api kualdron yang berada di puncak gunung buatan tersebut.

Api kualdron yang menandakan semangat itu, akan menyala sampai pesta ditutup secara resmi pada 2 September mendatang. Kobaran api kualdron tersebut menandakan energi Asia yang menyala dalam perhelatan Asian Games XVIII.

Penyanyi Anggun C Sasmi menutup rangkaian pesta pembukaan Asian Games 2018 dengan lagu "Serasa". Disusul dengan penampilan Areil NOAH, Cakra Khan, dan Rian D'Masiv yang membawakan lagu "Bright as the Sun" dalam tema kosmopolitan.

Inilah pancaran keragaman Asia yang berkilau di GBK, yang membawa pesan persatuan dan energi ke seluruh dunia.