Pemkot Jakbar Gelar Peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2018

Reporter : Folmer | Editor : Budhy Tristanto | Rabu, 25 April 2018 13:19 WIB | Dibaca 487 kali
(Foto : Folmer / Beritajakarta.id)

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat, Rabu (25/4), menggelar peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID)  2018 di Sekretariat RW 14 Kelurahan Kapuk, Cengkareng.

" Pemberian imunisasi bagi anak anak merupakan program pemerintah untuk memenuhi hak dasar seluruh warga negara"

Kegiatan betema 'Capai Imunisasi Rutin Lengkap, Bersama Melindungi dan Terlindungi' dibuka Wakil Wali Kota, M Zen.

Dalam sambutannya, M Zen mengatakan, World Health Organization (WHO) menetapkan pekan terakhir April sebagai PID yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya imunisasi lengkap untuk memberikan perlindungan seumur hidup kepada anak anak. 

Dalam peringatan PID 2018, lanjut M Zen, dicanangkan gerakan masyarakat gemar imunisasi dengan harapan warga Jakarta Barat tidak khawatir atas  program pemberian vaksin kepada anak anak yang diselenggarakan Pemprov DKI. 

"Warga tidak perlu takut membawa anak - anak untuk mendapat imunisasi lengkap," ujar M Zen.

Ia mengungkapkan, tim dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat bekerja sama dengan lurah, camat, RT, RW dan kader PKK, saat ini gencar mensosialisasikan pemberian vaksin lengkap kepada balita, di antaranya vaksin campak, polio, rubella, tuberkolosis. 

"Pemberian imunisasi bagi anak anak merupakan program pemerintah untuk memenuhi hak dasar seluruh warga negara," ungkapnya. 

Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, Weningtyas Purnomo Dini menjelaskan, kegiatan PID 2018 digelar di Kecamatan Cengkareng karena wilayah ini termasuk padat.

"Pada 2017, satu kelurahan di kecamatan Cengkareng  telah mencapai target yang ditetapkan dengan menggelar serangkaian kegiatan di antaranya gerebek imunisasi, sosialisasi dan sebagainya. Kami memilih kecamatan ini karena jumlah penduduk padat," jelasnya. 

Ia menargetkan, pemberian imunisasi merata di seluruh Rukun Warga (RW) se Jakarta Barat dengan angka di atas 95 persen pada 2018 ini bisa tercapai.

"Kerja sama semua pihak digiatkan sehingga sejumlah penyakit di antaranya campak, polio, rubella, Hepatitis B, influenza dapat dicegah dengan pemberian vaksin secara lengkap kepada anak - anak," pungkasnya.