Ketua TP PKK DKI Ajak Anak PAUD Sarapan Bersama

Reporter : Erna Martiyanti | Editor : Andry | Jumat, 26 Januari 2018 16:21 WIB | Dibaca 383 kali
(Foto : Erna Martiyanti / Beritajakarta.id)

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Baswedan punya cara tersendiri untuk memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari.

" Hari besar nasional tidak melulu perlu dirayakan dengan hingar bingar. Cukup melihat ke sekitar"

Salah satunya menyambangi anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Melati Putih yang hanya berjarak 500 dari kediamannya di kawasan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.

Pantauan Beritajakarta.id, dalam kesempatan itu, Fery ditemani empat mahasiswi jurusan Ilmu Gizi dan Teknologi Pangan dari Institut Kesehatan Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Wageningen University Belanda dan Universitas Sahid Jaya.

Di sana, mereka mengajak anak-anak PAUD setempat senam dan sarapan bersama-sama. Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan gizi yang disampaikan melalui sebuah permainan kartu interaktif.

“Hari besar nasional tidak melulu perlu dirayakan dengan hingar bingar. Cukup melihat ke sekitar. Berbagai makanan, pengetahuan dan apa saja yang bisa kita bagi," ujar Fery di PAUD Melati Putih.

Ia berharap, kegiatan-kegiatan seperti ini nantinya dapat diikuti siapapun yang ingin mencari solusi dari permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Misalnya banyak anak melupakan sarapan ke sekolah. Tidak perlu menunggu inisiatif dari orang lain.  Kita sendiri yang harus mengambil tindakan mulai dari lingkungan terkecil,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala PAUD Melati Putih, Hidayati mengucapkan terima kasih atas kunjungan Fery hari ini. Ke depan diharapkan semakin banyak masyarakat yang memberi perhatian kepada PAUD.

"Kunjungan seperti ini sangat berarti bagi kami dan nak-anak.  Karena mereka akan semakin semangat untuk belajar," ucapnya.

Zakiyah Eke, mahasiwi Wageningen University Belanda mendukung peringatan Hari Gizi Nasional tak harus dilakukan secara seremonial.

“Kami jadi belajar, peringatan tidak harus seremonial. Tapi bagaimana kita berkontribusi untuk sekitar," tandasnya.