Ratusan Siswa di Jaktim Tak Masuk Sekolah

Reporter : Nurito | Editor : Dunih | Senin, 27 Januari 2014 17:47 WIB | Dibaca 1372 kali
Ratusan Siswa di Jaktim Tak Masuk Sekolah (Foto : / Beritajakarta.id)
Kondisi sejumlah pemukiman di Jakarta Timur yang terkena banjir, membuat ratusan siswa terpaksa tidak masuk sekolah. Selain karena faktor rumahnya kebanjiran, siswa ditengarai tidak percaya diri sekolah tanpa seragam, karena rata-rata seragamnya basah dan hanyut terbawa air.

Kepala SDN Bidara Cina 05, Sofyan Saori menuturkan, di sekolahnya terdapat 430 siswa. Namun, pada hari Senin ada ada 118 siswa yang tidak masuk sekolah. Pemicunya lantaran rumah mereka masih terendam banjir. Kemudian ada pula yang sudah tidak kena banjir, namun seragamnya tidak ada karena rusak terendam banjir. Padahal, pihaknya telah memberikan kesempatan bagi siswa korban banjir untuk tetap sekolah, walau hanya mengenakan pakaian biasa.

Pihaknya mencatat, hari Senin ini ada 30 siswa yang bersekolah tanpa mengenakan seragam. Mereka seluruhnya korban banjir.

"Kami sudah imbau sejak jauh hari agar siswa korban banjir tetap sekolah, walau tak mengenakan seragam. Tentu sangat kita maklumi, bahkan nanti mereka kita berikan bantuan perlengkapan sekolah," ujar Sofyan Saori, Senin (27/1).

Kasudin Pendidikan Dasar Jakarta Timur, Nasrudin mengatakan, di Kecamatan Jatinegara, sedikitnya ada 10 sekolah yang terdampak banjir. Kondisi terparah di SDN Bidara Cina 05 karena letaknya sekitar lima meter dari bibir Kali Ciliwung.

Menurutnya, di Kelurahan Bidara Cina ada tiga sekolah terdampak banjir Yakni, SDN Bidara Cina 05, SD As-Saadah dan SD Baitul Khoir. Sedangkan se-Kecamatan Jatinegara, seluruhnya ada 10 sekolah. Tujuh sekolah lainnya adalah, SMPN 26, SDN Bali Mester 01, 02, 06, 07. Selanjutnya SDN Bidaracina 06 dan 07.

"Seluruh siswa korban banjir akan kami berikan bantuan peralatan sekolah. Mulai dari pakaian, buku, tas hingga sepatu. Untuk sementara, sebelum bantuan datang, siswa korban banjir diperbolehkan bersekolah tanpa mengenakan seragam sekolah," kata Nasrudin.

Salah seorang siswa yang tetap sekolah tanpa seragam adalah Nanda (10), bocah kelas 4 SDN Bidara Cina 05. Ia tampak percaya diri meski hanya mengenakan kaos dan celana panjang. Alas kaki yang digunakan pun hanya sandal jepit.

"Semua buku, pakaian sekolah sudah habis kena banjir. Tidak bisa dipakai lagi. Jadinya ya sekolah tidak pakai seragam dan sepatu. Buku saja dikasih sama tetangga. Dari sekolah juga dikasih buku tulis dua," jelasnya.
""
TOP