Turap Lahan di Kebagusan Nyaris Longsor

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Rio Sandiputra | Senin, 15 Februari 2016 10:31 WIB | Dibaca 3865 kali
(Foto : Aldi Geri Lumban Tobing / Beritajakarta.id)

Turap sebuah lahan kosong di pinggir Jalan Joe RT 07/04, Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan nyaris longsor.

" Katanya mau diturap lagi. Tapi sekarang cuacanya hujan mulu. Jadi diikat pakai tali tambang supaya nggak ambruk ke jalan, yang kerjain saya berdua sama temen"

Pantauan Beritajakarta.com, turap sepanjang kurang lebih 30 meter itu di beberapa bagiannya mengalami retak selebar tiga sampai 20 sentimeter. Akibat pergeseran itu, tembok pembatas yang menempel dengan turap mengalami patah dan nyaris ambruk ke pinggir jalan.

Bahkan bongkahan material turap tumpah menutupi saluran air di bawahnya yang hanya selebar 50 sentimeter.

"Hujan deras yang hari Selasa (9/2) kemarin mulai longsor. Itu tanah kosong. Saya sudah melapor ke pemiliknya," kata Anda (64) petugas keamanan lingkungan sekitar, Senin (15/2).

Dikatakan Anda, dirinya dimintai pemilik lahan untuk mencegah turap itu agar tidak longsor. Sebab, pemilik lahan saat itu sedang tidak berada di tempat.

"Katanya mau diturap lagi. Tapi sekarang cuacanya hujan mulu. Jadi diikat pakai tali tambang supaya nggak ambruk ke jalan, yang kerjain saya berdua sama temen. Pemiliknya nyuruh, karena dia tinggalnya di Tanah Abang. Orang kelurahan sepertinya nggak tahu," ujar Anda.

Penjaga warung di sekitar lokasi, Sabar Simarmata (37) menuturkan, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang sehari-hari bertugas di jalan itu mengetahui kondisi turap yang nyaris longsor itu.

"PPSU tahu kondisinya, tapi mereka nggak berani nanganin takutnya malah ambrol semua," tandas Sabar.