Ahok Dorong Pembelian Bus Transjakarta Melalui LKPP

Reporter : Erna Martiyanti | Editor : Erikyanri Maulana | Senin, 22 Juni 2015 12:08 WIB | Dibaca 7082 kali
(Foto : Yopie Oscar / Beritajakarta.id)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama baru saja meluncurkan 20 bus Transjakarta gandeng merek Scania. Ke depan semua pembelian bus akan dilakukan melalui katalog elektronik (e-katalog) Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP).

"Karena kami mengupayakan pembelian barang melalui e-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) dan swasta bisa beli di sana "

Basuki mengatakan pembelian melalui e-katalog bisa mempersingkat waktu. Karena tidak diperlukan lagi proses lelang. Selain itu, operator juga bisa membeli melalui proses tersebut.

"Karena kami mengupayakan pembelian barang melalui e-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) dan swasta bisa beli di sana," kata Basuki, saat meluncurkan 20 bus gandeng Transjakarta Scania di Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/6)

Dengan pembelian melalui LKPP, lanjut Basuki, PT Transjakarta tidak perlu melakukan lelang tender yang memakan waktu lama. Sebab, selama ini, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI selalu melakukan lelang tender untuk melakukan pengadaan bus Transjakarta. Tidak hanya memakan waktu lama, proses lelang juga bisa menyebabkan penggelembungan anggaran yang berakhir korupsi.

Basuki menyayangkan selama ini bus yang dibeli justru degan merek yang tidak terkenal seperti Weichai dan Zongthong. Bahkan jika ada merk Eropa seperti Scania, dan Mercedes Benz ikut lelang selalu kalah.

"Di dunia ada merek Scania, Daewoo, Hyundai, Mercedes Benz tapi kenapa DKI malah beli Weichai, Zongthong. Sekarang kami minta PT Transjakarta untuk selalu membeli bus dengan kualitas baik, meskipun tidak punya uang," ucapnya.

Basuki bahkan berani untuk menambah subsidi atau public service obligation (PSO) hingga Rp 3 triliun untuk PT Transjakarta. Dengan syarat bus yang beroperasi dengan kualitas baik. "Kami berani berikan PSO sampai Rp 3 triliun," kata Basuki.

Pada kesempatan itu, Basuki juga menyampaikan kegembiraannya lantaran DKI memiliki bus Transjakarta kelas dunia. Peluncurkan 20 bus gandeng ini sengaja dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-488 Kota Jakarta.

Pemprov DKI juga menerima hibah sebuah bus tingkat wisata bermerek MAN buatan Jerman dari sebuah perusahaan minuman internasional. Selain itu, diluncurkan juga ambulans gawat darurat kota milik Dinas Kesehatan DKI Jakarta.