Kasus DBD di Jakbar Masih Tinggi

Reporter : TP Moan Simanjuntak | Editor : Lopi Kasim | Jumat, 28 Maret 2014 21:05 WIB | Dibaca 2629 kali
(Foto : / Beritajakarta.id)
Warga yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DB) masih tergolong tinggi di DKI Jakarta. Di Jakarta Barat, dari delapan kecamatan tiga diantaranya, yaitu Kecamatan Cengkareng, Kalideres dan Kembangan saat ini tertinggi kasus DBD. Mengacu pada Perda No 6 tahun 2007 tentang pengendalian demam berdarah, Dinas Kesehatan akan memberikan sanksi sosial pada warga di tiga kecamatan tersebut.

Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Widyastuti mengaatakan, Data Sudin Kesehatan dari Januari hingga mendekati akhir Maret 2014, jumlah penderita DBD di Jakarta Barat telah mencapai 603 kasus, dimana tiga kecamatan paling tinggi, yakni di Kecamatan Cengkareng sebanyak 124 kasus, Kalideres 103 kasus dan Kembangan 157 kasus.

“Sedangkan lima wilayah kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Tambora, Tamansari, Palmerah, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, relatif stabil dan cenderung mengalami penurunan dibanding tiga wilayah kecamatan tersebut yang tinggi kasus DBD-nya,” ujar Widyastuti, Jumat (28/3).

Dikatakan Widyastuti, dari total jumlah kasus DBD yang mencapai 603 tersebut, ternyata kasus DBD paling banyak pada di hunian elit yang ada Kecamatan Kembangan, yaitu di Kelurahan Meruya Utara 35 kasus dan Kembangan Utara 45 kasus.

Mengacu dari data tersebut, lanjut Widyastuti, pihaknya akan lebih menggiatkan warga untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Selain itu, mengacu pada Perda No 6 tahun 2007 tentang pengendalian demam berdarah, pihaknya juga akan memberikan sanksi pada warga yang terkena DBD, berupa sanksi sosial penanaman pohon pengusir nyamuk (zodia) di setiap rumah dan dipersulit pengurusan administrasi di tingkat RT.

“Sanksi tersebut pernah dilakukan pada warga di Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk karena tinggi kasus DBD-nya. Kiranya dengan adanya sanksi tersebut, khususnya pada warga Kelurahan Meruya Utara dan Kembangan Utara maka warga semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya kasus DBD,” tandas Widyastuti. 

""